Vimax ezgif.com-resize Cerita Dewasa
Cerita Dewasa Terbaru
Breaking News
Cerita Sex

Sexy Wife 3

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, Apakah aku bisa menggoda para lelaki hari ini?

Sovi tertegun. Terlintas pemikiran tadi di kepalanya. Dia tak tahu dari mana datangnya. Tapi seolah ada perintah dalam kepalanya yang menyuruh dia berpenampilan secantik-cantiknya, supaya bisa menarik perhatian laki-laki. Dan dia tak kuasa melawannya. Entah kenapa.

*****

Cerita Dewasa, Biarpun orangtuanya pengusaha sukses, sejak kecil Sovi terbiasa bergaul dengan orang-orang kalangan bawah. Ketika kuliah pun Sovi sering aktif dalam kegiatan bakti sosial sehingga sering bertemu dengan golongan kurang berada. Sovi memang punya kepedulian sosial yang besar, dan patut diacungi jempol karena konsisten mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Salah satu wujudnya adalah dalam kebiasaan Sovi berbelanja. Sementara nyonya-nyonya kalangan atas biasanya ogah berbelanja di pasar atau di tukang sayur dan memilih belanja di pasar swalayan, Sovi lebih suka belanja kebutuhan dapur sehari-hari di tukang sayur.

Dan hari itu pun, seperti biasa, seorang tukang sayur langganan Sovi lewat di depan rumah. Sovi membuka garasi membiarkan gerobak tukang sayur masuk. Tukang sayur langganan Sovi adalah seorang laki-laki berumur 40-an tahun, namanya Legiman, tapi lebih terkenal di kalangan ibu-ibu pelanggannya dengan nama “Pak Giman”.  Wajah bulatnya yang berkulit hitam biasa tertutup caping. Ketika datang ke rumah Sovi pagi itu, Pak Giman mengenakan kaos partai bekas kampanye bertahun-tahun lalu yang belel dan agak kekecilan sehingga perutnya yang membuncit tampak menonjol, juga celana panjang usang dan sandal jepit.

Memang bisnis tukang sayur itu tak besar-besar amat untungnya, tapi Pak Giman tidak mempermasalahkan jalan hidupnya, yang penting ada kerjaan biar bisa makan. Apalagi kalau dia mengingat bahwa masih banyak ibu-ibu yang menunggu kehadirannya Tiap pagi. Pak Giman harus mengakui, salah satu langganannya tampil agak beda hari ini. Ya, Bu Sovi memang masih muda dan lumayan menarik, tapi pagi ini, dengan baju lebih pendek dan rias wajah, dia terlihat lebih menarik. Tapi sebagai tukang sayur profesional yang berpengalaman, Pak Giman tetap melayani Sovi dengan baik seperti biasa.

Sovi memilih-milih tomat, bawang, terong, toge, pepaya. Belum terpikir mau masak apa untuk Bram nanti malam. Ah, ikan saja. Dengan sop sayuran. Cuci mulutnya pepaya segar. Dimintanya Pak Giman memilih dua ekor ikan yang kemudian dibersihkan sisik dan dibuang isi perutnya. Sovi memperhatikan lengan Pak Giman yang bergerak-gerak ketika pemiliknya menyiapkan ikan. Lengan berkulit hitam itu ternyata berotot dan tegap, maklum karena waktu muda pemiliknya Tiap hari berolahraga mencangkul sawah di kampung, dan sampai sekarang pun masih terus latihan mendorong gerobak yang lumayan berat berkeliling kompleks. Sepintas Sovi membayangkan bagaimana rasanya dirangkul oleh lengan-lengan itu…

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum, gairah sex

“Semuanya empat puluh empat ribu, Bu Sovi,” suara Pak Giman membuyarkan lamunan Sovi.

Pak Giman menyodorkan dua kantong plastik berisi belanjaan Sovi, ikan dan sayuran dan pepaya, dengan sopan. Sovi menerimanya lalu membuka dompet. Ada beberapa lembar uang Rp100.000 di dalamnya tidak ada uang kecil.

“Saya adanya seratus ribuan Pak, ada kembaliannya?” tanya Sovi sambil menyodorkan selembar Rp100.000.

“Tunggu sebentar ya Bu,” Pak Giman kemudian membuka tas pinggang kumal yang melingkari perutnya. Dikeluarkannya beberapa lembar uang yang kucel, lalu dihitungnya.

“Wah, nggak ada kembaliannya, Bu. Saya tinggal dulu ya? Mau tukar duit.”

Pak Giman pergi meninggalkan garasi rumah Sovi dan gerobak sayurnya di sana sebagai jaminan, kalau-kalau dia tidak balik lagi Sovi bisa menyita gerobak tersebut. Nah, rumah Sovi terletak agak jauh dari warung, toko, pangkalan ojek, dan tempat-tempat lain di mana orang bisa menukar uang untuk kembalian, jadi sepertinya Pak Giman akan pergi agak lama. Dengan dua kantong plastik agak berat di tangan, Sovi memutuskan untuk membawa belanjaannya ke dalam rumah dulu. Tapi…Setelah ada di dalam rumah, Sovi terpikir mengenai salah satu barang yang baru dibelinya dari Pak Giman. Jadilah dia berhenti di ruang tamu, duduk di kursi terdekat, sambil merogoh ke dalam kantong berisi sayuran mencari barang itu.

Dapat! Sovi memegangi sebuah terong yang tadi dibelinya. Ungu, panjangnya sekitar 20 senti, dan cukup tebal. Padahal yang mau dimasak Sovi ikan goreng dan sop sayuran… kenapa dia juga beli terong? Bukan, Sovi bukan mau memasak terong itu. Entah kenapa, sayuran yang bersangkutan mengingatkannya kepada sesuatu. Atau lebih tepatnya, menyerupai fantasinya tentang sesuatu. Sovi menggenggam terong itu penuh rasa sayang, sambil mengamat-amatinya. Pelan-pelan disingkapnya sedikit daster pendeknya, gairahsex.com sehingga seluruh pahanya terlihat, terus sampai ke celana dalamnya yang polos dan tipis. Lalu… meskipun tak mengerti benar mengapa dia melakukannya Sovi kemudian mengeluskan ujung terong yang dipegangnya ke bagian depan celana dalamnya.

Sentuhan lembut ujung terong yang bulat dan masih keras itu terhadap vagina di balik celana dalam membuat Sovi merinding. Tambah merinding dia karena dia tak membayangkan terong itu sebagai sayuran, melainkan kejantanan penjualnya. Betul, Sovi sedang membayangkan tukang sayur langganannya yang berkulit hitam dan berlengan kekar itu. Dalam bayangannya, agar seimbang dengan lengannya yang keras dan Gimannya yang ganas, senjata pusaka Pak Giman mestilah gelap dan mantap seperti terong yang dipegangnya. Berulangkali Sovi menggosok-gosok celana dalamnya dengan terong itu, kadang sampai menekannya agar ujungnya sedikit melesakkan bahan celana dalam di antara belahan kewanitaannya.

Sovi mulai mendesah selagi nafsunya terbangkitkan. Dia jadi tidak puas dengan hanya menggoda kemaluannya sendiri dari balik kain, dan menggeser sedikit celana dalamnya sehingga terong yang beruntung itu mengelus-elus kedua bibir luar vagina Sovi. Setelah kewanitaannya mulai basah, Sovi pun tak ragu lagi untuk memberi kesempatan kepada si terong untuk mempenetrasi vaginanya. Ujung terong itu diterima dengan hangat dan becek oleh vagina Sovi. Yang dibayangkan Sovi tentunya bukan bercinta dengan terong, melainkan Pak Giman tukang sayur langganannya itu. Terong itu pun mulai pelan-pelan digerakkan tangan Sovi keluar masuk. Sambil mengangkat paha kirinya, tanpa sengaja bibir Sovi membocorkan apa yang sedang ada di pikirannya.

“Ah… ammm… Pak giman… engg…”

GEDUBRAK! Tiba-tiba pintu depan rumah Sovi terbuka mendadak dan terjatuhlah tukang sayur yang bersangkutan ke lantai di samping kursi yang diduduki Sovi. Sovi dan Pak Giman sama-sama terkejut.

Sedikit Intro… Jadi begini ceritanya: Pak Giman sudah berhasil menukar uang 100 ribu yang diberikan Sovi, dan dia kembali ke rumah Sovi membawa kembalian. Waktu dia kembali, dilihatnya Sovi sudah tidak ada di garasi, dan pintu depan rumah Sovi setengah terbuka. Menganggap Sovi sudah di dalam, Pak Giman mendekati pintu, bermaksud mengetuk pintu untuk menyerahkan kembalian kepada Sovi. Tapi dia tanpa sengaja malah mengintip Sovi yang sedang menjebloskan sebuah terong ke vaginanya, dan sejenak dia tak berani beranjak dari posisinya di depan pintu yang terbuka sedikit itu. Ketika Sovi menyebut namanya tadi, saking kagetnya, Pak Giman sampai terpeleset, mendorong pintu sampai meneungkup, dan jatuh ke dalam rumah.

“Adudududuh…” Pak Giman meringis karena mencium lantai marmer.

“Ahhnnnh…” Sovi meringis karena desakan terong di celah kewanitaannya.

Dua-duanya sama-sama terpaku beberapa saat, lalu tiba-tiba sadar akan anehnya situasi. Pak Giman buru-buru berusaha bangun dan keluar, tapi kalah cepat dengan Sovi yang langsung bangkit, dan menutup pintu tanpa membiarkan Pak Giman keluar dari rumah ataupun terong keluar dari kemaluannya.

“Eh, Bu Sovi…? mmMmmMM??”

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

Sovi mendorong Pak Giman ke tembok di belakang pintu, sambil menutup mulut Pak Giman… dengan bibirnya. Saking kagetnya akan kegesitan gerakan Sovi, Pak Giman hanya bisa pasrah ketika bibir merah nyonya muda langganannya itu memaksa bibirnya terbuka lebar, dan lidah Sovi merangsek ke dalam rongga mulutnya. Dengan buas Sovi memberi french kiss kepada si tukang sayur, tanpa memedulikan gesekan Giman tebal Pak Giman yang kasar ke kulit sekitar bibirnya. Satu tangan Sovi kembali memain-mainkan terong di kemaluannya, tangan lainnya menelusuri dada dan perut Pak Giman, turun terus, ke bawah tas pinggang kumalnya, sampai ke bagian depan celana Pak Giman.

Baca juga gelorabirahi.com ya pembaca setia

Pak Giman bukanlah orang yang suka main perempuan, dia cukup setia dengan istrinya yang dia tinggal di kampung halaman agar mengurus anak, tapi menghadapi seorang perempuan muda berpenampilan seksi yang dengan ganas melumat bibirnya dan mengelus-elus burungnya, tukang sayur itu tak berdaya. Dia tak kuasa melawan ketika Sovi menarik turun resleting celananya dan langsung mengocok penisnya. Selesai menciumi habis bibir Pak Giman, Sovi langsung berjongkok di hadapan Pak Giman, mengamati terong yang masih juga dia sodok-sodokkan sendiri ke vaginanya, lalu barang aslinya yang memang hitam dan sekarang keras di depannya. Tanpa memedulikan apapun termasuk kata-kata penolakan setengah hati dari Pak Giman, Sovi menggesekkan pipinya ke batang hitam tegap itu, mengendus baunya, menjulurkan lidah untuk mencicipi rasanya.

cerita bokep 2016, cerita bokep terbaru,cerita bokep, cerita ngentot 2016, cerita ngentot terbaru, cerita ngentot, cerita hot 2016, cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita sange, gairah sex

“Aduh… Bu Sovi… jangan Bu Sovi…” keluh Pak Giman, yang konak sekaligus ketakutan karena tidak tahu apa yang terjadi pada langganannya itu.

Tapi dia tidak berbuat apa-apa untuk menjauh dari Sovi. Dia hanya bengong sambil melihat burungnya yang sudah tegang dipermainkan Sovi. Sovi makin berani, dan sekarang mulai memasukkan penis Pak Giman ke mulutnya. Bibir atas Sovi menjepit daging kemaluan Pak Giman sementara bibir bawahnya menjepit terong paling beruntung di dunia. Pak Giman merasa bulu kuduknya berdiri ketika gigi dan lidah Sovi menyentuh urat-urat di barangnya. Dia tak tahu apakah harus merasa senang atau khawatir selagi membiarkan kemaluannya dilumat Sovi. Sementara yang mengisap tidak peduli, yang Sovi pikirkan hanyalah betapa besarnya kejantanan Pak Giman, dan betapa kerasnya terong yang menjolok kewanitaannya. Ada yang bilang perempuan lebih mampu melakukan multitasking, mengerjakan beberapa tugas sekaligus, daripada laki-laki. Setidaknya Sovi memang seperti itu, karena dia menyodok vaginanya sendiri makin cepat dan dalam dengan terong betulan sambil memperhebat godaannya terhadap ‘terong’ Pak Giman.

Sementara Pak Giman yang tidak bisa multitasking itu akhirnya tak bisa berbuat apa-apa karena urutan penalaran di otaknya sudah dibajak oleh kenikmatan badani yang diberikan mulut Sovi. Tubuh Sovi ikut menggelinjang selagi nafsunya terus meningkat menuju puncak. Terong di kemaluannya digerakkan makin dahsyat… sampai akhirnya membuat Sovi menjerit keenakan dalam klimaks. Mendengar suara kenikmatan Sovi yang begitu menggoda, Pak Giman merasa tak kuat lagi menahan. Muncratlah burungnya tepat di depan Sovi, gairahsex.com sehingga wajah cantik Sovi ternoda cairan kelelakian si tukang sayur. Sovi terduduk lemah, merasakan hangatnya benih terlarang Pak Giman menerpa hidung dan pipinya. Pak Giman yang masih agak panik melihat ada kesempatan dan segera menutup celananya, lalu mencoba beranjak selagi Sovi terduduk lemas akibat orgasme. Sambil memalingkan muka dia berusaha keluar, tapi ketika dia membuka pintu dan mau meninggalkan ruang tamu Sovi, dia merasakan celananya ditarik. Pak Giman menoleh dan melihat wajah Sovi yang belepotan sperma itu menunjukkan ekspresi lapar. Lapar akan laki-laki.

“Aduh, Bu Sovi… tolong jangan… Saya nggak bisa…” pinta Pak Giman dengan wajah memelas. Kurang pantas sebenarnya tampang memelas dengan Giman se-sangar itu. Saat itu juga Sovi berdiri pelan-pelan, lalu mendekatkan mukanya ke muka Pak Giman yang ketakutan, lalu berbisik:

“Maafin yang tadi Pak… tolong jangan cerita ke siapa-siapa… Dan ambil aja kembalian yang tadi.”

Nada suaranya begitu kalem sehingga Pak Giman jadi tenang lagi. Sovi berbisik lagi, kali ini nadanya agak manja.

“Jangan nggak balik lagi ya Pak Giman… saya tetap mau langganan belanja sama Pak Giman, ya? Janji deh, nggak akan terjadi lagi yang seperti ini…”

“…Iya …iya …” Pak Giman mengiyakan dengan lirih. Setelah itu, Sovi melepaskan tangannya, dan Pak Giman bergegas pergi. Dengan terburu-buru Pak Giman mendorong gerobak sayurnya keluar. Karena masih panik, gerobaknya sampai menabrak pagar rumah Sovi sewaktu mau keluar.

Setelah Pak Giman pergi, Sovi baru merasakan betapa tak wajarnya tindakannya tadi. Cepat-cepat dia buang terong yang tadi membuatnya orgasme. Kenapa dia sampai begitu? Berfantasi mengenai tukang sayur sampai-sampai ‘tanpa sengaja’ membeli terong untuk memuaskan dirinya sendiri, dan memaksa melakukan oral seks terhadap Pak Giman yang sejenak terjebak dalam rumahnya? Sovi bingung sendiri.

cerita,sex,seks,dewasa,mesum,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syur,lesby,gay,homo,bugil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,vagina,lendir,onani,masturbasi,anal,kimcil,xxx,bondage,perkosaan,cabul,skandal

********

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

..