Vimax ezgif.com-resize Cerita Dewasa
Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Sex Terbaru

Catatan Sex Hitam 2

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Seminggu terakhir masyarakat dihebohkan dengan serangkaian berita mengejutkan yang menghiasi hampir seluruh media cetak dan elektronik. Dimulai dengan berita tewasnya mantan suami pedangdut Kristina yang juga tersangka korupsi Al Amin Nasution. Ia tewas di dalam penjara karena serangan jantung. Setelah itu serentetan berita kematian para koruptor dan penjahat kelas kakap hampir setiap hari muncul di media. Ada yang mati karena serangan jantung, dibunuh atau pun kecelakaan. Polisi tak menemukan keterkaitan antar kematian beruntun tersebut meski sempat merasa janggal dengan waktu kematian yang berdekatan.

Berbagai spekulasi beredar di masyarakat. Ada yang menganggapnya santet, karma, azab, bahkan pertanda kiamat sudah dekat. Dari dunia selebritis pun muncul beberapa berita menghebohkan dengan berita perampokan di rumah keluarga Azhari. Selain membawa barang berharga dan sebuah mobil, para perampok itu juga memperkosa Sarah dan Rahma Azhari yang kebetulan sedang ada di rumah. Komentar nakal lantas berkembang bahwa Sarah dan Rahma pastinya lebih menikmati pemerkosaan itu dibanding si pemerkosanya sendiri. Namun yang paling banyak mendapat perhatian adalah berita menghilangnya penyanyi Mulan Jameela setelah melakukan show di Kalimantan.

Tiga hari kemudian ia ditemukan di tengah perkebunan karet dengan kondisi yang mengenaskan tanpa selembar kain pun menutup tubuhnya. Menurut keterangan polisi, Mulan mengalami penculikan dan pemerkosaan. Polisi kini sedang melakukan pengejaran terhadap 10 orang pelaku yang identitasnya sudah diketahui. Sementara itu pembalap Tinton Soeprapto sangat terpukul karena kematian kedua anaknya Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto yang tewas karena overdosis narkoba ketika berpesta merayakan bebasnya Ananda dari dakwaan penganiayaan (setelah mengeluarkan banyak uang, waktu dan tenaga menyuap sana-sini).

Masalah demi masalah yang terkait dengan anak-anaknya, ditambah lagi kematian mereka yang sangat memalukan membuat Tinton menjadi gila, ia mencoba bunuh diri namun berhasil digagalkan. Sejak itu pria tua itu dimasukkan ke rumah sakit jiwa, dikurung dalam ruang isolasi dengan jaket pengaman. Sesekali ia sering tertawa-tawa sendiri, tapi kadang ia menangis meraung-raung seperti anak kecil, kadang ia juga berteriak-teriak sendiri

“Mereka adalah aset bangsa…aset bangsa…tidak mungkin mereka begitu…kalian dengar itu!! Hahahha!!”

Hampir tidak ada yang bersimpati pada nasib keluarga itu, malah banyak orang semakin mencibir pada mereka. Banyak yang beranggapan semuanya adalah karma yang harus ditanggungnya atas dosa-dosa Tinton di masa lalu.

‘K’ menyaksikan berita di Tv dengan serius tanpa ekspresi. Satu cup besar es krim di tangannya telah lama mencair karena sedari tadi hanya diaduk aduk saja. Di dekatnya berdiri dua orang berbadan besar layaknya petinju , berwajah dingin dan sadis , kepala plontos dan sama sama berpakaian serba hitam ala bodyguard. Dilihat sepintas mereka seperti kembar (mungkin juga benar) yang membedakan hanyalah tinggi badan saja.

Yang bertubuh sedikit lebih pendek adalah ’7′ (seven) dan yang tinggi adalah ’11′(eleven). Mereka semua (‘K’ , ’7′ , ’11′ )adalah bagian dari kelompok rahasia yang selama berabad abad , memelihara , menjaga dan memberikan ‘black note’ pada orang tertentu yang dianggap mempunyai potensi besar membuat sejarah. Menurut ramalan jayabaya , pada suatu masa kelak, nusantara akan menjelma menjadi pusat kekuatan dunia dan penguasa dunia. Untuk itulah kemudian para sesepuh negeri ini berkumpul dan sepakat membuat sebuah buku wasiat yang sekarang disebut ‘black note’.Tujuannya adalah untuk membantu menciptakan sebuah negeri yang ideal , dimana kebaikan dan kejahatan seimbang. Itulah sebabnya ‘black note’ mempunyai dua fungsi , sex dan death. Setiap pemegang ‘black note’ bebas menggunakannya untuk apa saja , kebaikan atau kejahatan , selama diperhitungkan dengan matang resikonya.

Para sesepuh sepakat jika yang memegang ‘black note’ adalah orang lain yang tak ada hubungannya dengan mereka. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi perseteruan dan pertumpahan darah antara mereka maupun keturunan mereka kelak. Tugas mereka hanyalah mengawasi penggunaannya dan mengingatkan jika ‘black note’ digunakan secara berlebihan. Ken arok menjadi orang pertama yang memegang ‘black note’ . dan selama ratusan tahun black note terus berpindah tangan. Banyak peristiwa sejarah InDibesia yang terjadi karena ‘black note’ ( meski tentunya tak banyak yang tahu ). Dimulai dari berdirinya Singosari, Pertempuran ARU, Pertempuran 10 November , G30SPKI , kerusuhan Mei 98 dan banyak lainnya. Dan selama ratusan tahun itu pula ‘black note’ untuk pertama kalinya hilang.

‘K’ meneguk habis es krimnya yang mencair lalu melangkah menuju meja diikuti oleh ’7′ dan ’11′. Di atas meja berjajar rapi foto foto 3R dari orang-orang yang diduga menemukan ‘black note’.

”jadi ….apa ada petunjuk baru….??” Tanya ‘K’

’7′mendekati meja , “berdasarkan petunjuk yang kami dapatkan , dipastikan ‘black note’ hilang di sekitar hotel tiga melati… “. Ia memisahkan tiga buah foto , ” dan itu artinya kemungkinan besar ‘black note’ ada di tiga orang ini…”

‘K’ mengambil tiga foto itu dan membaca keterangan di baliknya.

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di gelorabirahi.com

“Sunaryo, tukang parkir…… Adib Alamsyah , malam itu melabrak pacarnya yang selingkuh…….dan Bambang Sudibyo , waktu check in dan check outnya hampir bersamaan dengan Indra….”

Indra adalah pengusaha sukses yang sebelumnya diberi kepercayaan untuk memegang ‘black note’. Namun karena teledor buku itu hilang dan indra pun harus menebusnya dengan nyawanya.

“jadi sekarang bagaimana , boss ’K’…??”

“jangan buang waktu lagi….kita selidiki tiga orang ini…..” jawab ‘K’

“baik boss….kami siap…..”

“lalu tentang Joker…..apa dia sudah muncul…..??”

’7′ dan ’11′ saling berpandangan lalu salah satu dari mereka menjawab,

“sepertinya belum boss….kita belum melihat indikasi ia muncul…..”

’K’ menghembuskan nafas panjang. Ada dua hal yang dikhawatirkan jika ‘black note’ hilang. Pertama ,’black note’ akan digunakan secara serampangan yang mengakibatkan kehebohan dan kepanikan di masyarakat. Hal itu kini sudah terjadi.

Kedua, kekacauan yang diakibatkan penggunaan ‘black note’ yang sembarangan akan memancing Joker keluar dari persembunyiannya. Dan jika itu terjadi maka kekacauan yang ditimbulkan akan lebih dahsyat lagi. ‘black note’ harus ditemukan sebelum Joker muncul.

Bizzarre ,tempat hang out anak muda yang paling ‘happening’ saat ini. Malam ini Bizzarre mengadakan event wild party dengan cosplay sebagai dress code. Artinya setiap pengunjung wajib memakai kostum yang mengacu pada karakter tertentu. Dan tentu saja dalam party seperti ini , para wanitanya yang paling banyak mendapat perhatian. Mereka berdandan dan berkostum secantik dan se-sexy mungkin. Berbagai kostum mulai dari catwoman , lady vampire , sailor moon hingga Amazonian mereka kenakan. Ada pula yang memakai cos uniform , seperti pilot , army , nurse dan lainnya. Yang pasti para wanita tersebut tanpa ragu memperlihatkan dan menonjolkan sedikit keindahan tubuhnya. Satu yang menjadi bintang dalam party itu Nina.

Sejak pertama tiba hingga berada di dance floor sekarang ini, Nina langsung menarik perhatian banyak pria. Nama Ninana mEmang sudah mulai dikenal sebagai model paling fresh dari sebuah majalah pria dewasa yang berani tampil sexy. Apalagi malam ini pakaian yang dipakai Nina sangatlah menggoda iman pria yang melihatnya. Nina memakai baju ‘nurse’ model kemben terusan yang seolah terlalu kecil menempel di tubuhnya. Selain mencetak lekuk tubuhnya dengan jelas , bagaian bawah baju itu berada tinggi di atas lutut dan hanya menutupi sebagian paha mulusnya. Bagian atas bajunya berada jauh di bawah leher dan hanya menutupi sebagian buah dadanya. gairahsex.com Sisa tubuh Nina yang lain terbuka dan terpapar jelas. Sebuah topi mungil ala suster menempel di kepalanya menambah nilai eksotis Nina.

Adib duduk di bar sambil mengamati Nina yang meliuk liuk erotis di dance floor dikelilingi banyak pria. Adib mEmang sudah datang duluan dari Nina , dan ia memang sengaja menunggu mantan kekasihnya itu. Ia telah mempersiapkan sebuah scenario pemerkosaan bagi Nina yang telah mengkhianatinya. Semuanya tertulis di ‘black note’. Dan bagian pertama scenario tersebut telah berjalan dengan baik.

Sebelum menuju Bizzarre, Nina terlebih dahulu melakukan photo session untuk majalah edisi bulan depan. Thema sesinya adalah ‘sexy nurse’. Pakaian yang Nina pakai sekarang sebenarnya adalah outfit dia saat pengambilan gambar. Entah mengapa saat sesi selesai , Nina merasa nyaman dengan pakaiannya dan memtuskan pergi ke Bizzarre menggunakannya. Padahal ia telah menyiapkan cos ‘lara croft’ sebelumnya. Nina terus menggoyangkan tubuhnya , meliuk erotis , menghentak mengikuti irama music. Apalagi distimulasi pula dengan beberapa teguk minuman beralkohol, gerakannya makin panas saja. Para pria yang berusaha mendekatinya semakin banyak saja. Hampir semua pria itu berpikiran sama , mencoba keberuntungan dan berharap bisa membawa pulang Nina dan meniduri sepuasnya.

Adib pernah meniduri Nina saat masih menjadi pacarnya , jadi ia paham betul apa yang ada di otak para lelaki yang berusaha mendekati Nina saat ini. Dan ia pun tertawa karena tahu jika tak seorangpun dari mereka yang akan berhasil membawa Nina pulang malam ini. Bahkan lebih dari itu , orang orang yang beruntung akan menikmati tubuh Nina pun mungkin saat ini tak akan pernah terpikir akan seberuntung itu. Orang orang itu mungkin saat ini sedang berselimut sarung diluar sana , ditEmani kopi panas atau bir murahan tanpa terlintas sebersit pun mereka akan didatangi bidadari. Semuanya sudah diatur dalam ‘black note’.

Kunjungi JUga beritaseks.com

Adib melirik jam tangannya , ” time to go girl….” . ia lantas menyelinap keluar terlebih dahulu dan menunggu Nina di tempat parkir.

Setengah jam kemudian Nina keluar dari Bizzarre. Jalannya sedikit sempoyongan karena pengaruh alcohol, beberapa orang pria mengikutinya berusaha menjadi ‘hero’ yang akan mengantarnya pulang dan berharap bisa menidurinya. Namun tentu saja tak ada seorangpun dari mereka yang berhasil. Honda jazz Nina meninggalkan Bizzarre dengan tatapan kecewa dari para pria yang gagal mendapatkan Nina.

Malam itu hujan tak turun , tapi langit terlihat kelam tanpa titik bintang dan bulan. Adib mengikuti mobil Nina dari jarak aman tanpa menyalakan lampu.

Sama seperti sebelumnya saat pertama kali terpengaruh ‘black note’ , Nina mengendarai mobilnya tanpa menyadari jika ia sebenarnya tidak sedang menuju rumah bahkan justru semakin menjauh dari jalan pulang. Dulu Nina diluar kesadarannya mengendarai mobil menuju perumahan terbengkalai dan kali ini ia mengarahkan mobilnya ke luar kota . Jalan yang dilaluinya mulai terlihat sepi. Selain karena mEmang sudah larut malam , daerah ini pun mEmang sebenarnya jarang dilalui. Sebuah pabrik sepatu menjadi bangunan terakhir yang Nina lihat karena selanjutnya hanya ada pepohonan , kebun sayuran dan sesekali sawah. Rumah penduduk hanya terlihat seperti titik cahaya kecil yang jaraknya jauh dari jalan. Tak hanya sepi, jalan itu pun minim lampu penerangan bahkan bisa dikatakan nyaris tidak ada. Tiba tiba mobil Nina berhenti. Jauh di belakangnya , Adib pun ikut berhenti dan menyembunyikan mobilnya di balik bayangan rimbun pepohonan dan gelap malam. Warna mobil Adib yang kebetulan hitam membuatnya tak terlihat dari tempat Nina. Nina turun dari mobilnya dan mEmandang daerah sekelilingnya dengan wajah bingung.

“aduh….dimana lagi gue….??”

Seingat Nina , ia tadi hanya minum beberapa gelas dan tak akan membuatnya sampai mabuk berat. Setidaknya seharusnya ia masih bisa menemukan jalan pulang. Ia tak mengerti kenapa bisa sampai tersesat jauh ke tempat ini. Hawa malam yang dingin dengan cepat menyerang Nina dan menyadarkannya jika ia memakai pakaian yang minim.

“kenapa gue pake baju kayak gini…???” Nina terlihat semakin bingung. Kedua tangannya bersilang memegang bahu berusaha mengurangi dinginnya angin malam.

Tak tahan udara dingin , Nina kembali masuk mobil namun tak segera menjalankannya. Ia berdiam diri mencoba merefresh memorinya , mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Ia ingat photo session di sore hari .. ia ingat baju ‘sexy nurse’ yang dipakainya adalah outfit session tadi. Ia ingat berencana dating ke party di Bizzarre. Namun ia tak ingat kenapa memutuskan memakai baju ini ke Bizzarre padahal seharusnya ia akan berdandan ala Lara Croft.

 

Memorinya semakin mundur ke belakang, kurang lebih seminggu yang lalu. Nina ingat ia sedang chatting di internet saat tiba tiba dia merasa gejolak birahinya naik drastic. Sebuah nama daerah perumahan mendadak terlintas di pikirannya. Dan ia ingat dirinya bergegas pergi ke tempat itu meski hujan turun dengan derasnya. Disana ia bertemu dengan pria asing yang mirip preman. Nina tak pernah bertemu dengannya apalagi mengenalnya , tapi ia malahan bercinta dengan panas dengannya. Pagi harinya ia baru terkejut mendapati dirinya berada di sebuah rumah setengah jadi , tanpa busana dengan seorang bertampang criminal ( yang juga tanpa busana) memeluk tubuhnya. Panic dan bingung Nina bergegas meninggalkan tempat itu sebelum orang itu terbangun. Nina bergidik mengingat semuanya.

Nina tak habis pikir mengapa belakangan ini sering melakukan hal diluar kesadarannya. Mengkonsumsi minuman beralkohol sudah lama ia kurangi , lagIpula ia hanyalah seorang ‘social drinker’ (minum hanya untuk pergaulan dan bukan untuk mabuk ). Shabu sudah lama juga ditinggalkannya , semenjak temannya yang juga artis ( Sheila Marcia ) tertangkap polisi. Apakah mungkin karena santet atau guna guna …??? Sayang sekali Nina tak percaya hal semacam itu. Namun karena tak ada alasan lain yang masuk akal , mau tak mau kemungkinan itu ia pertimbangkan juga. Nina bisa mengkhawtirkan itu nanti , sekarang yang terpenting adalah segera keluar dari tempat ini yang rasanya semakin gelap dan sepi saja. Honda jazz-nya kembali bergerak menyusuri jalan mencari arah pulang. Jalan itu mEmang gelap dan tak ada petunjuk apapun. Namun kondisi jalan yang bagus dan beraspal memberi sedikit harapan untuk Nina . jalan seperti ini pastinya akan berujung di jalan raya , meskipun entah dimana. Beberapa ratus meter berjalan , sebuah titik cahaya terlihat oleh Nina yang kemudian dipastikan berasal dari sebuah warung kopi sederhana khas pinggiran. Warung itu menjadi satu satunya bangunan diantara jajaran sawah dan ladang. Empat orang pria sedang bermain kartu di bale bale depan warung ditEmani kopi panas yang tinggal setengah. Mereka Togar dan Tejo [ supir angkot ] , Eman [ pengangguran ] ,dan Ipul [ satpam pabrik ]. Seorang lagi yang juga pemilik warung hanya berdiri sambil menyaksikan permainan. Sesekali ia mengomentari dan mengejek pemain yang kalah. Orang itu biasa dipanggil si kumis.

“oooh…great Nina…..” Ninana mengeluh saat melihat orang orang di warung tersebut. Mobilnya terlanjur berhenti tepat di seberang warung. Tadinya Nina merasa sedikit lega melihat warung itu karena bisa menanyakan arah jalan pulang, sekarang ia ragu. Pakaiannya yang terlalu minim akan menjadikan dirinya tontonan gratis bagi mereka , dan Nina tak merasa nyaman dengan hal tersebut. Tapi jika tak bertanya , Nina khawatir tersesat makin jauh. Nina merasa bimbang. Si kumis menjadi yang pertama menyadari jika ada mobil yang berhenti di seberang warungnya. Keningnya berkerut heran , tak biasanya ada mobil melintas di jam selarut ini.Gairah Sex

“mobil siapa tuh….???”

Keempat orang lainnya teralih juga perhatiannya pada mobil tersebut dan sama herannya dengan si kumis.

“siapa , mis….???” Tanya Ipul

“mana gue tahu….nyasar kali…???” jawab si kumis

“sepertinya …aku lihat cewek disitu…..” timpal Togar dengan logat khas bataknya.

“ah masa….ngarang kali kau…..” Eman meniru logat Togar dan langsung dijawab dengan geplakan kepala oleh Togar.

”jangan meledek kau……kalo soal cewek aku yakin…soalnya ,….alamaaaaakk…..”

Togar tak bisa meneruskan kata katanya karena terpana melihat mahluk yang baru saja keluar mobil. Tak hanya Togar, semua orang di warung itu sama terpananya, ternganga tak mampu berkata kata. Nina rupanya memutuskan untuk turun dan bertanya arah jalan kepada mereka. Dan seperti yang diduganya, tubuhnya yang terbalut pakaian minim ini menjadi tontonan gratis bagi orang orang itu. Seorang gadis cantik berbalut seragam suster super sexy tentunya bukanlah pemandangan yang biasa mereka lihat setiap hari.

“busseeeett…..suster mana nih…..???” kata Ipul sambil menggosok gosok penisnya yang langsung menegang di balik celana.

”suster pale lu peang…!!! palingan juga pecun dari kota nih….” jawab si kumis , berbagai pikiran mesum mendadak muncul di kepalanya.

“aaah…iya….gue tahu, pasti nih cewek hepatitis…..!!!” Eman berkata dengan nada yakin dan sok pintar.

Keempat orang lainnya langsung memandang Eman dengan heran.

“cewek hepatitis apaan maksud loe….???”

“aahh..bego nih semua….”Eman berlagak sok pintar, “cewek hepatitis….masa gak tahu , itu loo yang suka nari telanjang…”

Satu geplakan Togar langsung melayang ke kepala Eman.

“bah…monyong kau….itu striptis tolol….!!!”

“hepatitis..hehehhe…” Tejo tertawa geli ,

” mbahmu itu hepatitis…..”

Mereka terus saling berkomentar nakal dan tertawa saat Nina berjalan menuju warung, dan mereka langsung terdiam saat ia tiba.

“ee..maaf Bang numpang Tanya…ini di mana ya…???” Nina bertanya dengan suara agak bergetar. Selain hawa dingin, ia juga merasa risih dengan pandangan lapar orang orang itu.

“nyasar neng yah…Emang dari mana tadi…???” Tanya si kumis sok wibawa.

“emmm..darii…..” Nina bingung menjawabnya. Ia memang tak sadar bagaimana bisa sampai disini.

Ipul yang berada dekat dengan Nina tak tahan untuk tak menyentuhnya, dielusnya perlahan paha mulus yang terbuka itu.

“wiiihhh…mulus benerrrr……”

“eeehh…!!!!” Nina terpekik kaget , reflex tangannya menampar pipi Ipul , “jangan kurang ajar ya…!!!”

Ipul memegangi pipinya yang panas. Hatinya semakin kesal karena kawannya yang lain menertawakannya. Hampir saja ia balas menampar seandainya tak ditahan Tejo.

“eh, neng…!!! Jangan belagu deh….pecun aja sok jual mahal….!!!” Kata Ipul kemudian.

Tangan Nina kembali bergerak untuk menampar mulut Ipul, namun kali ini si kumis dengan cepat menangkap tangannya.

“lepas….!!! Lepasiinn…!!!!” Nina menghentakan tangannya mencoba melepaskan cengkaraman si kumis namun sia sia saja malahan cengkramannya semakin kuat dan menyakitkan.

“sombong amat sih neng….Emang semalem berapa sih…abang juga punya duit kok….!!!” Kata si kumis tanpa melepas pegangannya.

“iihhh..sakit tahu….!!!” Nina menendang selangkangan si kumis. Kontan saja pria itu kesakitan, pegangannya terlepas, mulutnya memaki tak jelas.

“dan gue bukan cewek gituan…..!!!” sambung Nina lagi.

Nina mulai menyadari situasinya sungguh tak menguntungkan, keputusan untuk turun dari mobil kini disesalinya.bIa bergegas hendak kembali ke mobilnya namun kalah cepat dengan Togar yang langsung melompat menghalangi jalan.

“minggir….!!!” Hardik Nina

“hei, butet…!!! Macam mana kau bukan cewe gituan…pakaian kau saja macam itu….”

Kemben terusan ala “sexy nurse” yang menampilkan setengah paha terbuka dan setengah buah dada terlihat tentunya mEmang menimbulkan pikiran mesum pria yang melihatnya.

Nina terdiam, dalam hatinya ia juga bertanya tanya kenapa memutuskan memakai pakaian seperti ini tadi.

“minggir….!!!” Nina semakin gusar dan mencoba menendang Togar yang menghalangi jalan. Dan itu sebuah kesalahan.

Gerakan Nina justru mempermudah Togar untuk menangkapnya. Tubuh gadis itu ia dekap erat dan rapat ke tubuhnya. Togar menikmati tekanan empuk buah dada Nina yang terhimpit.

“wooii…empuk kali payudaranya nii…..”Gairah Sex

Nina meronta dan berteriak panic meminta dilepaskan. Tangannya memukul mukul liar tubuh Togar yang tentunya tak berpengaruh apa apa. Togar malahan mengangkat tubuh Nina membuat kaki gadis itu menendang liar mencari pijakan. Satu kesempatan Nina menendang selangkangan Togar dengan lututnya. Cukup keras untuk membuat Togar melepaskannya. Togar memaki dengan bahasa batak yang tak dimengerti oleh semua orang disana. Melihat dua kawannya telah “jatuh”, tiga orang lainnya bergerak bersama mengepung Nina dengan siaga dan waspada.

Nina memandang bergantian tiga orang pengepungnya. Tangannya terkepal meski sebenarnya ia lebih siap menyerang dengan kakinya. Belajar dari dua orang sebelumnya, dengan cepat Tejo dan Eman menyergap dan menangkap kaki Nina. Dengan cepat pula Ipul menangkap tubuh Nina dari belakang , tangannya dengan nakal mencuri remasan di buah dada gadis itu.

“lepasin…!!! Lepasin….!!! Tolong…!!! Tolong……!!!!”

Kali ini Nina tak bisa melawan karena tubuh dan kakinya tertahan.

“kena juga lu…dasar pecun belagu….!!!” Si kumis sudah berdiri kembali meski ngilu masih terasa.”rasain pembalasan gue entar…..!!! bawa aja ke belakang cuy….!!!”

Nina menjerit dan meronta dengan panik saat tubuhnya dibopong ke belakang warung. Si kumis lalu buru buru menutup warungnya sementara Togar menyembunyikan mobil Nina di tempat aman dan tak terlihat.

Suara teriakan Nina sebenarnya masih bias terdengar hingga radius beberapa ratus meter dari situ meski samar. Namun si kumis cs tak khawatir, tempat itu sepi dan rumah penduduk terdekat jaraknya 1 KM. selebihnya hanya sawah dan ladang saja. Meski begitu sebenarnya ada orang yang mendengar teriakan Nina, namun ia terlihat tak peduli. Ia malahan hanya menyalakan rokoknya dan menghisapnya dengan santai sambil duduk di atas kap mobilnya. gairahsex.com Adib mendengar teriakan itu dan ia tak perlu melihat langsung untuk tahu apa yang terjadi dengan mantan pacarnya itu. Semuanya berjalan persis seperti skenario yang ia tulis di ‘black note’. Asap rokoknya ia hembuskan perlahan sambil menikmati suara jeritan Nina yang semakin samar di kejauhan. Wajah Adib terlihat puas sekali.

“well..sepertinya ada yang sedang bersenang senang dengan ‘black note’ nih…..”

Suara pria di belakangnya membuat Adib terlonjak kaget. Ia terkejut melihat ada orang disana apalagi orang ini tahu tentang ‘black note’

“siapa kamu….???”

Bagian belakang warung itu ternyata sebuah lahan tak tergarap yang dipenuhi oleh tanaman dan pepohonan yang tumbuh liar. Nina diikat diantara dua buah pohon yang tak terlalu besar dan tumbuh sejajar. Tangan dan kakinya diikat merentang ke masing masing pohon , membuat huruf ‘X’ besar diantaranya. Nina awalnya terus meronta namun ikatannya terlalu kuat , ia malah menyakiti dirinya sendiri. Akhirnya Nina terdiam , buah dadanya naik turun mengikuti helaan nafasnya. Sorot mata marah menjadi satu satunya perlawanan yang tersisa.

“brengsek kalian semua….!!! Bajingan pengecut….!!!” Maki Nina.

Kelima pria itu tak terpengaruh makian Nina. Mereka sedang begitu menikmati pemandangan seorang suster sexy yang terikat tak berdaya. Dan seeakan hendak menteror mental Nina, mereka membuka pakaian masing masing di hadapannya hingga telanjang bulat. Terror itu berhasil. Mental Nina langsung jatuh , wajah memucat cemas saat melihat lima penis yang berdiri penuh siap menusuk dirinya.

“jangan…jangann….” Nina bergumam lirih saat mereka mulai mendekat.

Dengan satu tarikan, si kumis menurunkan bagian atas baju Nina. Buah dada yang tak terlapis apa apa lagi itu kini terpapar dengan jelas.

“buled bener ooy….” Si kumis memainkan buah dada kiri Nina , yang kanan menjadi bagian Ipul.

Eman dan Togar tak tinggal diam. Mereka masing masing mengelus dan menciumi paha mulus gadis itu. Sementara Tejo menikmati dengan asyik kehalusan dan kemulusan punggung Nina. Tejo menciumi tengkuk Nina dan berlanjut dengan jilatan menyusuri punggung mulusnya hingga ke bawah. Bagian bawah baju Nina ia singkap ke atas. Baju suster itu kini tersangkut di pinggang Nina, tak lagi menutupi bagian terindah dari tubuhnya. Apalagi setelah Tejo merobek celana dalam Nina dengan pisau. Terbukalah sudah buah dada , pantat , paha dan vagina Nina menunggu untuk dijamah.

Kelima pria itu menggerayangi tubuh Nina dengan ganas. Si kumis dan Ipul saling berbagi buah dada untuk diremas dan dikulum. Eman dan Togar saling berbagi paha mulus untuk mereka nikmati , sementara Tejo asyik dengan pantat Nina nan montok. Sesekali jemari Tejo meraih ke depan menggelitik vagina Nina. Nina tak lagi berteriak bahkan ia berusaha menahan tangisnya agar tak meledak. Ia sadar tangisan dan teriakan tak akan membantunya justru akan membuat para pemerkosanya semakin bersemangat. Nina tak mau itu terjadi. Yang bisa Nina lakukan saat ini hanyalah memejamkan mata sambil menggigit bibir.

Meski merasa geli karena seluruh bagian sensitifnya digerayangi, ia sama sekali tak terangsang. Rasa malu dan terhina membuatnya tak bisa menikmati semua itu. Awalnya mudah bagi Nina untuk menahan agar tak terangsang. Namun saat Togar mulai menciumi dan menjilati vaginanya, pertahanan Nina mulai goyah. Rupanya Togar cukup lihai untuk urusan yang satu ini. Sapuan lidah di bibir vagina hingga ke dalam liangnya membuat tubuh Nina menggelinjang tak karuan. Secara otomatis kuluman si kumis dan Ipul di buah dadanya menjadi lebih terasa. Terutama saat kumis tebal menggesek putingnya, Nina merasakan sensasi sex yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Bibirnya yang tertutup rapat akhirnya terbuka dan mengeluarkan desahan desahan erotis.

“ooohh….aaahhh..eehmmmaaahh…..”

Lidah Togar masih dengan lihainya menyapu dan mengorek vagina Nina , hanya tinggal menunggu waktu hingga gadis ini mencapai puncak. Tanpa melepas buah dada Nina, Ipul meraih bibir gadis itu dan menciumnya penuh nafsu. Lidahnya menjelajah mencari pasangannya. Awalnya Nina tak meladeninya , namun karena terus menerus tersentuh akhirnya lidah Nina ikut bergerak juga dan merespon ciuman bibir Ipul sebisanya.

Tiba tiba Nina merasakan darahnya mengalir lebih cepat , nafasnya mulai memburu , seluruh tubuhnya terasa menegang.

“mmmppphh..mmmmm….”

Mata Nina terpejam menikmati orgasme pertamanya. Rintihannya terbungkam oleh ciuman bibir Ipul. Dan tubuhnya perlahan melemas. Sejenak kelima orang itu menghentikan permainannya dan membiarkan Nina menikmati hasil ‘kerja’ mereka. Tubuh Nina yang terikat semakin terlihat lemah tak berdaya. Nafasnya tak teratur. Buah dadanya yang menjulang indah bergerak naik turun. Pipinya yang putih terlihat merona kemerahan.Gairah Sex

“hehehe..dasar pecun, gitu aja udah KO….” Si kumis mengejek.

Panas telinga Nina mendengarnya , matanya memandang dengan marah.

“eehh..berani melotot lu ya…..!!!” hardik Ipul seraya menampar pipi Nina cukup keras.

“aaawww…!!!” Nina menjerit kesakitan, air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh juga.

“nangis lu….pecun bias juga nangis lu…..!!!!”

Air mata Nina semakin memancing Ipul untuk menamparnya lagi.

“aawwww….sakiiitt….!!!!”

Satu tamparan lagi.

“aawww…!!!!…amppuunn…aammmp…!!!”

Satu tamparan lagi.

“aaww….ammpunn..jangaaann…sakiitt…..!!!”

Nina menundukan kepala seraya terus meminta ampun. Untunglah Ipul tak berlanjut menamparnya lagi.

“lai…ini cewe harus diberi pelajaran….beraninya dia tending si ‘ucok’ tadi….!!!” Kata Togar sambil mengelus penisnya.

“lu bakal rasa sekarang yee….!!!” Kata si kumis sambil mengambil celananya dan melepas sabuk kulit dari sana.

Nina melihatnya dan sadar apa yang akan terjadi padanya. Ia menggeleng gelengkan kepala , wajahnya begitu memelas , mulutnya terus mengiba.

“jangan…jangan bang…ampuunn…jangaann…”

Dengan pandangan khawatir , mata Nina terus mengikuti gerakan si kumis yang bergerak ke belakangnya.

“bang..jangan bang…..saya ikut mau abang…tapi jangan sakiti saya…jangan bang….”

Togar, Tejo, Ipul dan Eman tersenyum senyum melihat Nina begitu ketakutan. Di belakang si kumis sudah mengambil ancang ancang.

“aaaaaakhhww……!!!!!”

Satu sabetan pertama sabuk si kumis mengenai punggung Nina dan meninggalkan bekas merah disana. Air mata Nina mengalir makin deras , bibirnya menggumam lirih memohon ampun.

“sakiit bang…ampuuhnnn…amppunnhh….hhh…”

Sabetan demi sabetan terus mendera punggung Nina, meninggalkan bekas merah yang memanjang dan melintang tak beraturan. Jerit kesakitan Nina tak dihiraukan si kumis, sebaliknya ia semakin senang dan terangsang. Begitupun empat kawan lainnya.

Sabetan sabuk si kumis juga mengarah ke pantat Nina. Tubuh gadis itu bergetar dan menggelinjang menahan sakit yang dideritanya. Dan akhirnya setelah melihat Nina cukup menderita, si kumis melempar sabuknya ke tanah. Ia lalu mendekap Nina dari belakang , buah dada gadis itu diremasnya dengan kasar. Ia berbisik di telinga Nina.

“sekarang elu ikutin apa mau kita..kalau melawan….hmmmm rasain sendiri akibatnya…paham…!!!!>???”

“aaaww….!!!” Nina terpekik saat buah dadanya diremas keras sekali , “pp..paa..pahamm..bang….”

Si kumis melepaskan dekapannya dan dengan isyarat ia menyuruh temannya untuk membuka ikatan Nina.

Saat ikatan dilepas , tubuh Nina langsung ambruk ke tanah. Ia terdiam sejenak saat memulihkan nafasnya lalu Nina pun mulai menangis.ia tersengguk sengguk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya. Rasa panas dan perih di punggung dan pantatnya masih terasa menyakitkan.

“alahhh..udah deh jangan cengeng….” Si kumis dengan kasar menarik rambut Nina, “mending elu isep kontol gue….!!!” Si kumis menyodorkan penisnya ke mulut Nina.

Khawatir akan disakiti lagi , Nina pasrah membuka mulut dan membiarkan penis itu menerobos ke dalamnya.

“iseep..!!! ayo isep yang kenceng….!!!!”

Nina mengikuti perintah si kumis dan memberi hisapan hisapan yang menyalurkan kenikmatan ke seluruh tubuh pria itu. Dan sesaat berikutnya , tanpa diperintah lagi Nina melakukan jilatan , kocokan dan kuluman pada penis si kumis. Sementara mengulum, tangan gadis itu tak dibiarkan menganggur. Eman dan Ipul menyuruh mengocok penis mereka dengan tangan. Togar mendekap Nina dari belakang, meremas buah dada dan memainkan putingnya seraya mencium tengkuk gadis itu sesekali ke belakang telinga. Sementara Tejo yang gak kebagian dengan sabar menunggu giliran. Secara bergantian , Nina mengulum dan mengocok penis si kumis , Ipul dan Eman. Berharap semua cepat selesai,Nina memberikan service terbaiknya. Kombinasi jilatan lidah dan kuluman bibir basah Nina di penis tiga pria itu , membuat mereka melayang tinggi ke nirvana.

Genggaman tangan Nina pun tak kalah membiusnya. Sentuhan kulit halus lembut disertai kocokan yang begitu ‘ahli’ di penis mereka sungguh tak pernah terbayangkan nikmatnya sebelumnya. Togar pun begitu asyik menikmati buah dada bulat menonjol Nina yang begitu sempurna dengan putingnya yang mengeras. Sungguh empuk dan nikmat untuk disentuh dan diremas. Ciuman Togar di tengkuk dan leher Nina kian ganas saja apalagi ditimpali rintihan samar gadis itu karena mulutnya masih tersumpal penis. Dan Tejo , masih sabar menunggu giliran. Sekian lama Nina melakukan oral sex , si kumis menjadi orang pertama yang meraih puncak kenikmatan. Penisnya berkedut kedut dan spermanya ia semburkan ke wajah cantik gadis itu.

”ooow…!!!” Nina terpekik kaget , tak menyangka si kumis akan melakukan itu. Nina sebenarnya tak masalah jika harus menelan sperma lelaki yang menyetubuhinya , namun ia tak suka wajahnya disembur sperma karena khawatir akan merusak wajah cantiknya yang menjadi modal dia sebagai model. Tetapi cairan putih itu terlanjur mengalir di wajahnya. Nina tak bisa protes apalagi melawan karena posisinya memang tak menguntungkan. Sudah merasakan kepuasan, si kumis mundur dan posisinya digantikan Togar. Sementara Tejo yang sudah mulai kesal menunggu , menggantikan posisi Togar mendekap Nina dari belakang.

“non…bajunya dilepas aja..ganggu nih…..” kata Tejo sambil menurunkan baju Nina yang tersangkut di pinggang. Dan terbukalah tubuh Nina yang mulus dan indah tanpa penutup apapun.

Selain menggerayangi buah dada Nina , Tejo juga rupanya senang meraba punggung gadis itu. Meski sekarang telah berhias bekas lecutan sabuk si kumis namun tak mengurangi kepuasan Tejo menyentuhnya. Sebaliknya bagi Nina , sentuhan tangan Tejo di punggungnya membuat memarnya terasa perih kembali. Tubuh Nina menggeliat geliat menahan sakit.

“kenapa neng….sakit ya…???” kata Tejo yang justru malah dengan sengaja menyentuh dan menyusuri bekas memar yang memanjang itu.

“aduh…jangan dipegang bang….perihh….” Nina sejenak melepas kulumannya dan menyempatkan menoleh ke arah Tejo.

Ipul yang kenikmatannya terganggu , dengan tak sabar menarik kembali kepala Nina untuk melanjutkan kulumannya. Kali ini kepala Nina ia tahan dengan tangan agar tak melepas lagi seperti tadi. Tejo memang tak menyentuh lagi memar Nina dengan tangan , tapi malahan berganti dengan lidah. Memar itu ia jilati perlahan sambil tangannya sibuk memilin milin putting gadis itu. Kontan saja tubuh Nina tersentak dan menggeliat. Ia tak bisa menoleh atau protes karena kepalanya ditahan Ipul. Nina hanya mengguman tak jelas sambil meneteskan air mata. Orang kedua yang menyemburkan sperma ke wajah Nina adalah Ipul lalu diikuti kemudian oleh Eman dan Togar. Sementara Tejo lebih suka spermanya ditelan Nina daripada disemburkan di wajah. Saat oral sex berakhir , wajah Nina telah belepotan oleh sperma dari keempat pemerkosanya yang bercampur dengan air matanya sendiri. Dan kondisi Nina yang menangis tersedu sedu dengan wajah penuh sperma rupanya cukup efektif membangkitkan kembali gairah si kumis Cs. Si kumis lantas masuk kembali ke warung dan kembali tak lama kemudian dengan membawa seember air lengkap dengan gayungnya.

“neng..cuci muka gih sono….” Perintah si kumis.

“ahhh..gak usah deh…cantikan kayak gini kok….” Ucap Eman

“iya tuh…anggap aja mandi susu…..” Ipul menimpali dan disambut derai tawa lainnya.

Telinga Nina rasanya makin panas saja. Ia merasa begitu terhina , sudah diperkosa , oleh orang orang kelas kampung pula. Meski begitu Nina dengan senang hati menerima tawaran si kumis. Dengan sedikit lega Nina mengambil beberapa gayung air untuk membersihkan wajahnya. Terasa dingin memang, namun ia juga merasa segar sekaligus bersih. Dingin lebih baik daripada harus bermandikan sperma.

“mandi aja non…tanggung sekalian…..” ujar Tejo bercanda.

“eehh..benar kau jo….si butet ini kita suruh mandi saja sekalian biar segar….” Togar menganggapi serius.

Nina tertegun dan berharap mereka bercanda. Berada di tempat terbuka tanpa pakaian sama sekali pada malam hari seperti saat ini saja dinginnya sudah begitu menyiksa. Sedari tadi rasa dingin itu ia abaikan karena teralihkan oleh siksaan si kumis dan oral sex yang ia lakukan pada mereka. Tapi sekarang hawa dingin itu sangat terasa apalagi jika harus ditambah dengan mengguyur tubuh dengan air sedingin ini.

“iya neng…mandi aja sekalian….ayo”

“ta..tapi…bang….dingin….” keluh Nina.

“terserah deh…mau mandi atau ini…..” si kumis telah memegang kembali sabuknya.

Nina langsung saja terintimidasi dan menyerah, ia tak yakin mampu menahan siksaan sabetan sabuk si kumis sekali lagi. Dengan gontai ia mengambil segayung air lalu perlahan menyiramkannya perlahan ke seluruh tubuh layaknya sedang mandi.Gairah Sex

“ooohww…” rasa dingin langsung menyerang Nina hingga ke tulang.

“uu..uu..udd..ddahh..bbb..baa..baaannng…..” Nina menggigil kedinginan. Ia mencoba mengurangi rasa dingin dengan bersilang tangan.

“masa sekali doang..mana bersih Dong neng…..!!!” kata Eman.

“betul…masih setengah ember lho….mbok ya dihabiskan….” Kata Tejo pula.

Bibir Nina tak berkata apa apa. Tapi sorot matanya menyiratkan penghibaan dan memohon belas kasihan. Tatapan Nina dibalas si kumis dengan memutar mutar sabuknya dan Nina pun sadar ia tak punya pilihan lain.

Nina kembali mengambil segayung air dan disiramkan ke tubuhnya.

“oowhhh…” Nina kembali terpekik kedinginan.

Tubuhnya semakin menggigil , bibirnya bergetar dan giginya terdengar bergemeletuk karena dingin.

“aahhh..kelamaan kau……!!!” Togar dengan tak sabar mengambil ember itu dan menumpahkan sisa airnya ke tubuh Nina.

“ooooooowwwwwhh….” Nina terpekik panjang.

Dingin yang Nina rasakan semakin tak tertahankan lagi. Ia langsung meringkuk dan berjongkok dengan tangan bersilang, tubuhnya terus menggigil dan suara gemeletuk giginya semakin jelas terdengar.

“dingin neng ya….duhh kasiaaannn….” Si kumis membelai wajah Nina yang terlihat semakin putih karena pucat.

“ayo sini…abang angetin deh…..” si kumis mengangkat tubuh Nina sendirian , ” hei…gue duluan coy…!!!”

Si kumis menggenDong tubuh Nina masuk kembali ke warung diikuti empat orang lainnya. Di warung tersebut tepatnya dekat dapur memang terdapat sebuah kasur sederhana namun cukup nyaman. Si kumis sengaja menyiapkan itu untuk melepas lelah sejenak jika tak ada pembeli. Tubuh Nina dibaringkan disana. Si kumis mEmang mendapat giliran pertama menikmati tubuh sintal Nina, sementara empat orang lainnya menunggu giliran sambil mengundi siapa selanjutnya.

“hhmmm….mulusss…dingiiinn….kayak es batu….” Si kumis meraba setiap lekuk tubuh Nina yang masih kedinginan. Tak seinci pun tubuh indah Nina terlewat untuk disentuh. Jari jarinya dengan nakal mengorek liang vagina Nina. Gadis itu menggeliat dan menggelinjang mengalihkannya untuk sementara dari rasa dingin yang menderanya.

Si kumis lalu menaiki tubuh Nina. Buah dada montok gadis itu ia remas , penisnya ia jepitkan diantara belahan montok tersebut. Sambil tak lepas meremas , si kumis bergerak mendorong penisnya di sela jepitan buah dada Nina.

“hhuuahh..mimpi apa gue ya…….” Si kumis merasakan kenikmatan berganda.

Masih dengan menjepitkan penisnya diantara buah dada Nina , ia menyodorkan ujungnya ke bibir Nina.

“jilat yang enak ..neng….”

Dengan pasrah Nina menjulurkan lidahnya menjilati ujung penis tersebut. Lidahnya bergerak teratur memutar mengikuti bentuk kepala penis yang tentunya memberikan efek nikmat luar biasa untuk si kumis. Untuk beberapa menit si kumis betah melakukan hal itu. Meremas bulatan dada Nina , menjepit dan menggesek di belahan dadanya dan sebagai selingan ia menikmati jilatan lidah Nina di ujung penisnya. Barulah kemudian ia memposisikan penisnya di depan vagina Nina. Paha gadis itu ia buka lebar , mengatur posisi sejenak dan dengan sekali dorong , penis itu melesak masuk ke dalam vagina Nina.

“ooooahhhh…..” Nina mendesah panjang saat penis itu menyeruak masuk.

Dan sambil tetap meremas buah dada Nina , si kumis mulai melakukan genjotan. Terakhir kali si kumis menyetubuhi wanita adalah setahun lalu, itu pun dengan janda anak tiga yang wajahnya biasa saja dan tubuhnya sudah agak melar. Maka tak mengherankan ia kini menggenjot tubuh Nina dengan bersemangat dan cenderung kasar. Lagipula siapa yang tak tergiur untuk meniduri gadis cantik model majalah pria dewasa. Si kumis dan yang lainnya memang tak tahu jika Nina ini sebenarnya adalah model. Tapi itu tak penting, karena keindahan tubuh Nina telah menjelaskan segalanya. Bagi Nina sendiri kekasaran si kumis membuatnya sulit untuk menikmati persetubuhan ini. Dibandingkan si kumis, masih lebih baik Bandi, preman berwajah sangar yang pernah menyetubuhinya beberapa waktu lalu.

Setidaknya meski berwajah seram, Bandi tahu bagaimana cara membuat wanita merasa nyaman dan terbuai. Hingga kemudian si kumis mencapai orgasme, Nina tak merasakan apa apa selain lelah dan panas di vaginanya. Si kumis mencabut penisnya dengan perasaan puas. Ia melakukan kecupan kilat di buah dada Nina sebelum meninggalkannya.

 

Sepeninggal si kumis, Nina dengan cepat berusaha mengatur nafas dan mengumpulkan tenaga. Ia sadar masih ada empat orang lain yang harus dilayaninya. Dan Nina berharap empat orang yang lain tak sekasar si kumis. Giliran berikutnya ternyata Ipul. Di tangannya ia memegang sebuah kaset dan kunci mobil Nina. Dengan pasrah Nina berbaring menunggu pria itu menjamah tubuhnya. Tetapi Ipul justru menariknya bangun dan membawanya kembali ke halaman belakang warung. Jantung Nina berdegub lebih kencang, hawa dingin yang menusuk kembali menderanya. Ia merasa cemas akan mengalami hal yang membuatnya menderita lagi. Namun Nina tak berani protes. Ipul ternyata membawa Nina ke samping kanan warung dimana Togar menyembunyikan honda jazz Nina. Ipul menyuruh Nina berdiri di depan mobil sementara Ipul masuk ke dalam.

Nina menuruti perintah Ipul dengan bertanya tanya, apa yang akan dilakukan pria itu. Nina terlompat kaget saat tiba tiba lampu depan mobil dinyalakan. Ia menghalangi matanya dengan telapak tangan mencoba mengurangi silau. Dari sound system mobilnya, Nina mendengar suara musik yang volumenya disetting maksimal. Intro lagunya terasa familiar di telinga Nina. Ini lagu Mari Bercinta dari Aura Kasih. Ipul keluar dari mobil dengan senyum cabul menghiasi wajahnya.

“neng…tahu lagu ini nggak…???”

Nina mengangguk pelan.

“sekarang neng nari yang hot…kalo bisa lebih hot dari Aura Kasih…..ngerti..???”

Nina kembali mengangguk pelan. Di depan mobilnya Nina mulai menggerakan tubuhnya sesuai irama lagu. Sebenarnya untuk urusan goyang badan, Nina jagonya. She is a queen of the dance floor. Namun tidak untuk malam ini. Risih, dingin dan lelah membuat gerakannya terlihat kaku. Dan itu membuat Ipul geram. Didekatinya Nina dan ditamparnya dengan keras.

“aaww….!!!” Nina terjatuh di kap mobil sambil memegang pipi.

“heh…!!! Gue bilang nari yang hot…kayak Aura Kasih..!!! bukannya kayak unyil gitu….!!!”

Ipul kembali melayangkan tangannya ke pipi Nina.tak hanya sekali tapi berkali kali , bergantian kiri dan kanan.

“aaww…ampun bang…!!! Ampuun..!!! ampun…..!!! jangan…!!!!!!”

Nina mengangkat tangan mencoba menghalangi gerakan tangan Ipul.

“heh..pecun denger ya….!!! Gue puter lagunya sekali lagi…..!!! kalo masih kayak unyil juga…hihhh…!!!!” Ipul mengangkat tangan mengancam Nina.

“jangan bang…iya bang..iya ..iya……”

Ipul masuk kembali ke mobil dan merewind lagunya dari awal.

“ayo nari yang bener….!!!”

Dan Nina mulai menari lebih serius.

Lagu mari bercinta Aura Kasih memang bernuansa erotis apalagi diperkuat dengan dua versi video klip yang menonjolkan erotisme penyanyinya, terutama video klip pertama yang dilarang tayang di televisi. Ipul sangat merasakan erotisme lagu tersebut malam ini , apalagi divisualisasikan dengan nyata bukan hanya sekedar video klip. Di bawah sorotan lampu mobilnya yang menambah eksotisme dan erotisme , Nina menggerakan tubuhnya sesuai irama lagu. Gerakannya lebih erotis dibanding Aura Kasih tentunya. Liukan tubuhnya sungguh mampu membangkitkan birahi pria manapun dalam waktu singkat. Sambil bergoyang dengan binalnya tangannya memainkan buah dadanya sendiri, dari bibir Nina meluncur desahan demi desahan pemancing syahwat.

Mari bercinta denganku…….

Dekap aku hanyutkan ku…….

Dengan irama yang menggoda…..

Kita menari bersama…………..

Bagai sebuah pertanda, lirik lagu tersebut mengundang Ipul untuk mendekat. Meski dengan wajah terpaksa, Nina menyambut Ipul dan melangkur lehernya. Ia rapatkan tubuhnya dan menggesekan dadanya naik turun di dada Ipul. Wajah Ipul jelas sumringah menikmati aksi Nina.ini mEmang yang diinginkannya. Tak hanya di depan, Nina juga bergerak ke belakang Ipul. Ia rapatkan tubuhnya dipunggung Ipul dan menggesekan buah dadanya naik turun disana. Lagu aura kasih hampir habis saat Nina kembali ke depan. Satu tangan Nina merangkul leher Ipul, sementar yang lain meraih penis pria itu. Penis itu ia gesek gesekan di permukaan vaginanya, wajah Ipul ia tarik mendekat dan mereka pun berciuman dengan panasnya. Berbeda dengan si kumis yang cenderung ‘tembak langsung’ , Nina lebih menikmati persetubuhan ini. Entah karena Ipul pandai merangsangnya, entah karena pengaruh lagu mari bercinta. Atau entah karena pertama kalinya ia bercinta di kap mobil dengan bercahayakan lampu depan yang terasa begitu ‘sexy’ .. mungkin juga karena gabungan semuanya. Tak ingin cepat selesai, Ipul mengambil tangan Nina yang menggenggam penisnya lalu dirangkulkan pula di lehernya. Kali ini dengan diiringi bait terakhir lagu mari bercinta , keduanya berangkulan erat sambil berciuman dengan dahsyat dan bernafsu. Tekanan empuk buah dada Nina dan gelitikan putingnya membuat Ipul semakin mempererat pelukannya. Lagu mari bercinta selesai. Ipul mendorong Nina terbaring di kap mobil , mempersiapkan untuk ditindihnya. Lagu berikut yang terdengar dari dalam mobil adalah dari Kangen Band. Rupanya itu kaset rekaman. Meski dalam posisi siap ditindih namun saat mendengar lagu Kangen Band, mata Nina sekilas berkernyit.selera musik pemerkosanya benar benar aneh. Dan sekarang bukan hanya dirinya saja yang ternoda, mobil honda jazz kesayangannya pun kini ikut ‘ternoda’ oleh lagu Kangen Band.

Perlahan tapi pasti , penis Ipul melesak masuk. Setelah di dalam ia tak langsung melakukan genjotan. Ia membiarkan dirinya dan juga Nina saling beradaptasi. Selagi menunggu sekali lagi ia mencium bibir Nina dengan mesra. Barulah beberapa saat kemudian Ipul melakukan genjotan tapi tak sekaligus. Ipul melakukan sekali hentakan lalu jeda beberapa saat, sekali hentakan jeda lagi. hentakan lagi…begitu seterusnya.

 

Setiap kali Ipul menghentak,Nina mendesah pendek. Bukan desahan penderitaan tapi desahan kenikmatan. Kali ini Nina memang menikmatinya. Ipul bisa melihat dan merasakan saat Nina mulai terbiasa dan menikmati, ia pun mulai melakukan genjotan dengan intens. Sambil memegangi kedua tangan Nina, penisnya menghantam vagina Nina dengan gerakan stabil. Tubuh Nina terguncang guncang di atas kap mobil, buah dadanya bergoyang seirama gerakan pemilknya. Erangan dan rintihan lirih keluar dari bibir basah Nina.

“ooohh…oohhhh..aaahhh..awhh…oohhh….”Gairah Sex

Dan erangan pendek Nina berubah menjadi lolongan panjang saat tubuhnya menegang lalu melemas. Dirinya mencapai orgasme lebih dahulu, Ipul mengikuti beberapa saat kemudian. Untuk kedua kalinya sperma membasahi vagina Nina. Ipul mencabut penisnya dan menyuruh Nina membersihkan penis itu dengan mulutnya .Nina melakukan service terakhir .. penis itu ia jilati dan kulum, sperma yang tersisa ia jilati hingga bersih..

“feeeww….asyik uy….nanti lagi ya neng….” Kata Nina sambil mencium pipi Nina dan meninggalkannya terbaring lemas di atas kap mobil.

Nina merasakan tubuhnya sudah tak bertenaga untuk bergerak sedikitpun, ia hanya berbaring lemah di kap mobil sambil menatap langit gelap. Pikirannya menerawang entah kemana. Dan Nina menghembuskan nafas panjang saat mendengar langkah kaki mendekat. Masih ada tiga orang lagi yang harus ia layani. Setelah itupun semuanya belum tentu berakhir, karena bisa saja mereka ingin menikmati tubuh Nina untuk kedua kalinya . setidaknya Ipul sudah berencana seperti itu. Nina pun mengeluh pendek, ini akan menjadi malam yang sangat panjang baginya.

“Siapa kamu…???”

Adib terkejut saat tiba tiba muncul seseorang entah darimana bahkan tahu akan keberadaan ‘black note’. Yang lebih membuat Adib heran adalah penampilan orang itu yang aneh bin ajaib. Adib menebak usia lelaki ini tak jauh berbeda dari dirinya. Namun pakaiannya sungguh luar biasa. Orang itu memakai jas panjang ala pesulap jaman 80-an lengkap dengan topi yang biasa digunakan untuk mengeluarkan kelinci. (untuk yang masa kecilnya di era 80-an mungkin tahu pesulap terkenal bernama Mr.Robin).

“perkenalkan…nama saya Joker…..” pria itu membungkuk sambil membuka topi layaknya pesulap yang akan memulai atraksi.

“Joker….???” Adib tersenyum sinis,

“dan saya Bruce Wayne…..”

Adib balas membungkuk, lebih bermaksud mengejek daripada menghormat.

“hahaha…kamu Adib…..dan saat ini kamu memegang ‘black note’….betul…???”

Adib langsung bersikap serius dan waspada. Dipandanginya pria yang mengaku Joker itu penuh curiga.

“kamu tahu soal ‘black note’…??” tanya Adib

“tentu saja….aku juga tahu perempuan yang diperkosa disana itu mantan pacarmu ..betul…??? dan namanya Ninana…”

Adib terdiam mencoba membaca situasi.

“dan kamu sudah dua kali menggunakan ‘black note’ pada Ninana itu..betul kan…???” lanjut Joker.

Adib masih tak bicara apa apa.

“aku juga tahu tentang spg bernama Ina , pemerkosaan Azhari bersaudara, kematian beberapa koruptor , dan…….”

“ok..ok…cukup….cukup…..!!!” Adib memotong , “darimana kamu tahu semua itu…???”

“tentu saja….karena akulah yang membuat ‘black note’……”

“apa…???” Adib terkejut , “kamu pembuat ‘black note’…???”

“well….bisa dibilang begitu…..aku salah satu dari yang membuatnya….”

Joker lalu menceritakan sejarah singkat dari ‘black note’. Adib menyimak dengan serius , sesekali dahinya berkerut mencoba mencerna apa yang didengarnya.

“ok…kamu pembuat ‘black note’…”Adib angkat bicara setelah cerita Joker selesai, “lalu kenapa dari semua pembuat ‘black note’ …Cuma kamu yang masih hidup…bahkan abadi….”

“hehehehe..itu gak penting….atau tepatnya belum saatnya kamu tahu…..”

“ok…lalu kenapa kamu muncul disini…apa akan mengambil kembali ‘black note’…???”

“oohh..tidak…silakan saja pakai sepuasmu….justru aku datang untuk membantu kamu mEmanfaatkan buku itu dengan lebih maksimal……”

“maksimal….maksudnya…???” Adib terlihat bingung

Joker tersenyum penuh arti , “kamu pernah menggunakan ‘black note’ pada Rossa dan gagal kan…??”

Adib teringat saat di mall dan pertama kali menggunakannya, ia gagal menggunakan ‘black note’ pada Rossa.

“ya…dan itu karena Rossa bukanlah nama lengkap…..” jawab Adib

“dengan bantuanku kamu bisa ‘mengerjai’ Rossa bahkan tanpa harus tahu nama lengkapnya….”

“tapi aturannya kan……”

“aturan tetap aturan…..”Joker memotong , “tapi dengan sedikit improvisasi dan imajinasi….aturan bisa kita akali…..”

Adib malahan semakin bingung. ‘black note’ ia ambil dari dalam mobilnya, dibacanya aturan secara berulang ulang namun ia tak mendapatkan ide apapun.

“bingung….??’ Tanya Joker , “kreatiflah sedikit dan coba berpikir di luar kotak…..”

Sekali lagi Adib membaca aturan ‘black note’ namun ia tetap tak menemukan apa yang dimaksud Joker.

“jika kamu kreatif….imajinasi seliar apapun akan bisa kamu wujudkan……” kata Joker sambil membuka topinya dan benar benar mengeluarkan kelinci dari sana.

“maksudnya…???”

“apa imajinasi terliar kamu…. Rossa , Agnes Monica atau Aura Kasih menyanyi sambil striptease di televisi….atau bayangkan Magdalena, Olga Lydia membawakan acara sambil melepas pakaiannya satu persatu…….atau mungkin ingin melihat Rahma Sarita, Tina Talisa atau Chantal Della Concetta membaca berita tanpa busana alias bugil….menggoda kan???”

“saya pernah berpikir seperti itu..tapi ada dua masalah….”

“yaitu…???”

“pertama kita harus tahu nama lengkap mereka, sementara artis biasanya jarang menggunakan nama asli….”

“ok…kedua..????”

“katakanlah kita bisa melakukan itu semua…lalu apa…??? Pihak stasiun TV akan dengan mudah mensensornya atau memotongnya dengan iklan jika itu siaran langsung…..”

“sekali lagi…..kuncinya imajinasi dan improvisasi……”kata Joker sambil kembali membuka topi. Kali ini sekawanan burung merpati terbang dari dalamnya.

“tanpa melanggar aturan ‘black note’ kita bisa membuatnya mungkin…” lanjut Joker.

Adib malah semakin bingung dibuatnya.

‘ok..kita buat lebih mudah….. ” kata Joker ,”bagaimana jika saya katakan kita bisa menghabisi seluruh warga Jakarta dengan sekali tebas…”

Kali ini Adib tertawa terbahak bahak mendengarnya.

“hahahaa..itu konyoll…sangat konyol sekali…..bagaimana mungkin kita bisa tahu seluruh nama warga Jakarta dan harus berapa juta nama yang kita tulis di ‘black note’…hahahhaa….”

“tak perlu seperti itu…” jawab Joker dengan tenang , “cukup tulis beberapa nama dan selesai sudah…..”

Adib langsung terdiam, “hanya beberapa nama …??? Bagaimana bisa….???”

“contoh mudah adalah mei ’98….kamu tahu siapa saja yang tewas dan diperkosa saat itu dan berapa jumlahnya…???”

“tentu saja tidak….”

“begitupun pemegang ‘black note’ saat itu. Dia tak perlu tahu nama siapa saja yang akan tewas dan diperkosa….dia hanya menulis beberapa nama yang tepat…dan terjadilah semua….”

Adib mulai menggali memorinya tentang kerusuhan mei ’98 dimana banyak korban tewas dan perempuan diperkosa. Dan perlahan lahan sebuah gambaran muncul di benaknya , ia mulai paham maksud dari Joker. Kerusuhan mei 1998 diawali dengan tewasnya beberapa mahasiswa dan tiba tiba saja setelah itu terjadi pergerakan massa besar besaran hingga terjadi kerusuhan.

“efek domino….” gumam Adib.

“binggo,…..!!!!” Joker berseru senang ,”itu dia..efek domino….kematian yang menyebabkan kematian orang lain….”

“jika kita menulis nama seseorang akan tewas karena kecelakaan pesawat, maka akan ada seratus orang lagi yang ikut tewas tanpa harus ditulis di ‘black note’….” Adib mulai paham

“benar sekali….dan jika kita membunuh presiden Amerika, maka besok atau lusa akan ada ratusan atau mungkin ribuan orang yang akan tewas karena negaranya diserang tentara Amerika….”

Adib kini sudah benar benar paham. Selama ini ia memang hanya menggunakan ‘black note’ secara ‘straight’ saja. Ia hanya menulis nama dan penyebabnya saja. Tak pernah terpikirkan sebelumnya jika nama yang ia tulis bisa dijadikan penyebab bagi yang lainnya. Efek domino.Gairah Sex

“sepertinya kamu paham sekarang….” Kata Joker sambil merogoh topinya , mengeluarkan sebuah apel dan memakannya.

“pilih nama yang tepat….buat skenario yang pas…dan besok sore kita akan melihat Chantal Della Concetta membacakan berita tanpa pakaian…tanpa sensor…dan tanpa iklan……” kata Joker kemudian.

” ‘black note’ bisa melakukan itu semua…???” tanya Adib meyakinkan diri.

“untuk itulah aku disini, my friend……aku bantu kamu memaksimalkan fungsi ‘black note’….dan mewujudkan fantasi terliarmu……” jawab Joker mantap.

Adib menganggukan kepala. Kali ini ia tak lagi berwaspada pada Joker, sebaliknya ia mulai sepenuhnya percaya pada sosok misterius ini.

“bayangkan lagi…..kita bisa mengatur acara Tv semau kita…..bagaimana jika bioskop transtv atau box office RCTI menayangkan film Miyabi, Sora Aoi atau Takako Kitahara…tanpa sensoor…????”

Adib tersenyum nakal mendengarnya.

“atau bagaimana jika sinetron cengeng SCTV dan sinetron murahan Indosiar , kita ganti dengan drama erotis dari Philipina atau Prancis….hmmm…???”

 

Adib dan Joker tertawa bersamaan membayangkannya. Adib membayangkan reaksi para moralis yang megusung UU pornografi saat melihat film JAV ditayangkan bebas di televisi.

“jadi….mau terima bantuan saya….the Joker……???” Joker mengulurkan tangannya.

Adib ragu sesaat , “apa imbalannya….???”

“hahaha..tentu saja tak perlu imbalan…’black note’ bukan pesugihan….aku sudah cukup senang jika ‘black note’ digunakan sebagaimana mestinya….” jawab Joker meyakinkan….”jadi deal..or no deal….???”

Joker kembali mengulurkan tangannya dan kali ini Adib menyambutnya dengan mantap.

“deal…!!!” jawab Adib.

Dan Joker pun tersenyum penuh kemenangan. Umpannya mengena sesuai rencana. Adib sama sekali tak mengetahui apa rencana Joker sebenarnya. Namun dipastikan beberapa hari ke depan akan terjadi kekacauan yang luar biasa. Bahkan bukan tidak mungkin kerusuhan dan pemerkosaan massal mei 1998 akan terulang kembali.

BERSAMBUNG….

cerita sex 2016, cerita sex terbaru, cerita sex, cerita seks 2016, cerita seks terbaru, cerita seks,

 

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

..