Vimax ezgif.com-resize Cerita Dewasa
Cerita Dewasa Terbaru
Cerita Sex Terbaru
Breaking News
Cerita Sex Terbaru

Cerita Sex Threesome

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Teman SMA ku dulu yang bernama Jonathan kini telah menjadi pasangan hidupku kami dekaruniai anak anak yang sudah remaja sekarang dan kuliah di luar kota , sekarang tinggallah kami berdua di rumah terasa sepi , pasangan hidupku yang bekerja sebagai karyawan PMA sehinga kehidupan kami sudah cukup.

Aku juga hobi dengan pergi ke salon unutk merawat tubuhku walaupun wajahku biasa saja tapi kata orang bodyku tidak membosankan jika dilihat, pasangan hidupku selalu sering memuji dengan kata kata gombalnya

“hari ini kamu cantik baget sayangku”

Pasangan hidupku senang olah raga tenis dan golf kalau badan tidak terlalu tinggi 165 cm tapi cukup atletis dengan berat badan 63 kg. Urusan diranjang sebenarnya aku cukup bahagia karena pasangan hidupku orangnya telaten dan sabar dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme setelah itu baru dia melakukan penetrasi sampai aku orgasme yang kedua.

Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnya aku usul untuk menerima kost toh kamar anakku 2 kamar tidak ada yang nempati.

Akhirnya pasangan hidupku sepakat dia yang cari dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yang biasa mondar-mandir Jakarta ke kotaku karena ada anak perusahaannya di kotaku. Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai dua minggu. Namanya Jumali (samaran) keturunan arab dengan cina orangnya tinggi (176 cm 76 kg) besar dengan kulit putih tapi wajah arab kayak Omar Syarif dengan bulu diseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun.

Kami cepat akrab bahkan seperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkan pada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya aku panggilnya Dek karena umurnya baru 38 tahun.

Bahkan jika pasangan hidupku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungan dan pas ada di kotaku ia kami ajak. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang Jumali juga membantu kalau ada kerepotan dirumah sehingga lingkungan taunya memang adeku.

Untuk sehari-hari setelah berjalan 3 bulan kami makin akrab saja bahkan pasangan hidupku suatu hari, ketika kami ngobrol habis makan malam.

“Ajaklah Isterimu jalan-jalan kemari Dek Jumali,” celetuk pasangan hidupku,

“Biar dia kenal mbakyumu” lanjutnya, Dek Jumali hanya diam dan menghela napas

panjang.

“Ada apa.. Ada yang salah?” lanjut Mas Jonathan melihat gelagat yang kurang enak.

“E.. Anu Mas Aku sebenarnya aku duda.  isteriku meninggal 3 tahun yang lalu di rumah cuma ada anak-anak dengan pembantu saja” jawabnya dengan mata berkaca-kaca.

Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburan sekolah biar anak-anak diajak kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahun dan 4 tahun.

Sejak itu keakraban kami tambah dekat bahkan pasangan hidupku sering membisiki aku kalau keturunan arab biasanya barangnya besar dan panjang.

Akupun merasa Dek Jumali makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yang cantik. Bahkan sehari-hari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dek Jumali seolah mau memelukku dan bahkan sembunyi-sembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang Jakarta.

Demikian pula sebaliknya Mas Jonathan seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan ngompori,

“Ooo mbak yumu itu biar STW tapi malah tambah pulen (maksudnya memeknya) lho Dek Jumali” kalau sudah begitu aku yang merah padam, tapi untungnya hanya kami bertiga.

Seperti kebiasan kami, pada hari libur Sabtu Minggu kami bertiga week end di kebun kami di Tawangmangu. Walaupun tidak terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk beristirahat.

Entah apa sebabnya Mas Jonathan hari itu dengan manja tiduran berbantal pahaku di depan Dek Jumali setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga.

Kulihat Mas Jonathan sangat atraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Jumali. Aku sebenarnya agak kikuk tapi karena sudah seperti adek sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian Dek Jumali sudah sering melihat kemesraan kami sehari-hari dirumah. Kulihat Dek Jumali acuh saja melihat tingkah laku Mas Jonathan. Malah akhirnya Dek Jumali mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.

Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Jumali bersandar didinding berjajar Cuma berjarak setengah meter sedang Mas Jonathan tiduran di pahaku. Acara yang ditayangkan kebetulan agak menyerempet-nyerempet hubungan suami isteri.

Kulihat Dek Jumali tidak bisa konsentrasi, ia lebih sering mencuri pandang ke arah dadaku yang saat itu hanya terbungkus daster, aku pura-pura nggak tahu tapi aku sempat melihat arah tengah celananya yang aku yakin sudah setengah ereksi.

Tiba-tiba Mas Jonathan memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudara dari luar baju daster yang kukenakan, aku bingung.

“Mas malu ah masa ada Dek Jumali,” protesku sambil melemparkan tangannya kasar.

“Ah nggak apa apa, wong Di Jumali juga pernah merasakan koq.” sahut Mas Jonathan sambil senyum penuh arti ke Jumali.

Jumali tersenyum kecut Aku melengos sebel tapi jujur saja rabaan Mas Jonathan membuat aku on apalagi udara dingin Tawangmangu yang menusuk tulang.

Sementara Mas Jonathan malah nekat dan kepalanya yang menindih pahaku digeser ke arah selangkanganku, sehingga tak terhindarkan baju dasterku yang memang pendek makin tersingkap sehingga Jumali makin leluasa melahap pahaku yang terbuka lebar..

“Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih..” Jumali bicara padaku.

Gila batinku aku benar-benar kaya kepiting rebus mendengar kata-kata Jumali hampir saja aku tampar. Tapi Mas Jonathan malah menimpali,

“Nggak pa-pa, ya Mam? Kasihan khan Dek Jumali sudah lama lho nggak merasakan” sahutnya.

“Pap!! apa-apaan sih ini” sahutku nggak kalah seru.

“Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..!” pintanya sambil mengedip ke Dek Jumali.

Rupanya Jumali tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarak kami cuma sejengkal maka langsung direngkuhnya belakang kepalaku dan diciumnya mulutku dengan paksa. Aku ingin menolak tapi Mas Jonathan memegang tanganku dan meraba tengah CD ku aku terombang-ambing antara nafsu dan nilai yang ada dalam diriku tapi aku makin terangsang, tanpa sadar malah kumiringkan tubuhku menghadap Dek Jumali sehingga aku bisa berhadapan.

Melihat reaksiku tanpa segan Dek Jumali menyelusupkan tangannya dibalik dasterku untuk meremas remas buah dadaku, sementara Mas Jonathan tangannya sudah masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yang menjadi titik kelemahanku.

Mendapat seranngan dua orang sekaligus khayalanku melambung tinggi ada kenikmatan yang tiada tara. Kucoba memberanikan diri meraba perut Jumali dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran barangnya.

WAU.. luar biasa!!! rupannya sudah berdiri keras dan tidak pakai CD lagi tanganku tak bisa memegang semuanya genggamanku penuh itupun baru separonya.

Ketika itu Mas Jonathan melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti dasterku, Jumali melepaskan pakainnya juga dan menggeser posisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan, sedangkan Mas Jonathan memiringkan tubuhnya yang bugil sebelah kanan (belakangku).

Sehingga dengan sendirinya penis Mas Jonathan yang sudah kencang menempel bokongku dan penis Jumali yang luar biasa panjang dan besar menempel pahaku karena Jumali tak mau melepaskan pelukannya padaku jadi Mas Jonathan hanya merogoh memekku dari belakang.

Jumali menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Jumali yang penuh dengan gairah, aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku, kunikmati apa yang dilakukan Jumali padaku tanpa menghiraukan Mas Jonathan yang meremas-remas bokongku, dan mengelus memekku yang sudah basah.

Aku mendesis desis tak karuan karena keenakan dengan tangan kanannya Jumali mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak memekku rupanya dia sudah nggak tahan ingin memasukkan penisnya ke memekku.

Dituntunnya penisnya ke arah lubang memekku, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang kelangit ke tujuh menikmati penis Dek Jumali yang panjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di memekku namun kenikmatan yang kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih memekku.

Otomatis jepitan lobang kemaluanku makin jadi dan denyutan-denyutan memekku yang selama ini dipuja oleh Mas Jonathan dirasakan oleh Jumali.

“Oh Mbak memekmu luar biasa, benar-benar pulen Mbak” bisik Jumali sambil mulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.

Sementara aku mengimbangi mengocoknya perlahan lahan, Jumali mendesis desis keenakan, kini wajah Jumali menghadap ke arahku dengan matanya yang terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya membuatku benar-benar melayang.

Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir sepuluh menit Jumali memompa memekkuaku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan pelukannya.

“Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yang punya (Mas Jonathan maksudnya) nggak kebagian” bisik Jumali padaku.

cerita panas 2016, cerita panas terbaru, cerita panas, cerita syur 2016, cerita syur terbaru, cerita syur, cerita lucah 2016, cerita lucah terbaru, cerita lucah,

Jumali melepaskan penisnya dari memekku pelan-pelan terasa ada yang hilang dari selanggkanganku, Jumali berdiri sambil membimbingku Mas Jonathan masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku.

Aku menoleh memandang pasangan hidupku penasaran ingin tahu reaksinya, tapi ternyata kulihat Mas Jonathan begitu bahagia bahkan dia tersenyum.

“Kita main bersamaan ya Mas?” ajak Jumali pada pasangan hidupku.

Jumali mengambil posisi duduk bersandar di sofa dengan paha mengangkang, tampak penisnya yang besar panjang dan kokoh dengan topi baja yang mengkilat karena cairan memekku berdiri seperti prajurit siap serbu, kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dengan menumpangkan pahaku pada pahanya sambil membelakanginya. Cerita Sex

Perlahan-lahan aku turunkan bokongku dan Jumali membibing penisnya untuk memasuki memekku,

“bles, ahh..” Rasanya tambah nikmat dan sudah nggak perih lagi.

Dengan posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yang sudah keras dan kencang, perlahan- lahan aku mulai memompa dengan menaik turunkan bokongku, melihat pemandangan seperti itu Mas Jonathanlangsung duduk jongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yang terbiar menantang.

Oh.. Luar biasa sensasi yang timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakan memekku makin berdenyut keras, kuraih kepala Mas Jonathan kurapatkan ke selangkanganku sementara Jumali terus menyodokku dari bawah.

“Ahh.. Aku mau meledak.. Mas.. Aku mau meledak..!!”

Jumali menggeram karena penisnya kucengkeram dengan denyutan memekku yang makin kuat,. Dan dengan sambil meremas-remas payudarku kurasakan penis Jumali dalam memekku berdenyut keras..

“ Ahh Mbak aku mau keluar..”

Ditariknya putingku sambil menyodokku dari bawah kuat-kuat sementara Mas Jonathan melumat klitorisku aku benar-benar tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang kudapat ketika penis Jumali menyemburkan spermanya ke dalam memekku bersamaan orgasmeku dan hisapan-hisapan pada klitorisku.

Belum selesai sensasiku Mas Jonathan menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaan Mas Jonathan dia mau memompaku kalau aku sudah orgasme katanya enak sekali keJumalin-keJumalin memekku kalau orgasme.

Aku mengambil posisi nungging dengan bertumpu pada kedua paha Jumali pas penisnya yang berlendir-lendir di mukaku langsung saja aku bersihkan sementara Mas Jonathan mulai memasukkan penisnya yang meskipun tidak panjang tapi kepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa.

Kurasakan sensasi yang lebih hebat lagi ketika Mas Jonathan mulai memompaku dari belakang. Hampir saja kugigit penis Jumali kalau saja Jumali tidak berteriak, gairahsex.com mengaduh. Entah aku merasa tidak kuat lagi menahan ledakankanku yang berikutnya dan segara saat penis Mas Jonathan mulai berkedut-kedut akan menyemburkan spermanya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi.

Dan aahh dengan teriakan panjang Mas Jonathan menyemprotkan spermanya ke dalam memekku. Aku segera berbalik untuk membersihkan penis Mas Jonathan, rasa sperma dua orang laki-laki yang bercampur membuat lidah merasa aneh dan asing.

Kami terkulai lemas tapi aku merasa lapar dengan tetap bugil aku kedapur untuk masak kulihat dua orang laki-laki itu berpelukan saling menepuk punggung.

“Gimana dek?” lamat lamat kudengan suara Mas Jonathan menanyakan kesannya pada Jumali.

“Wah luar biasa Mas, aku nggak nyangka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat, pantas Mas Jonathan tidak pernah jajan,” timpal Jumali.

“Begini aja dek, Dek Jumali nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumu ya isterimu, tapi janji Dek Jumali nggak boleh jajan, aku jijik kalau mbayangkan Dek Jumali jajan,” sambung Mas Jonathan.

“Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernah pembantuku aku pakai itupun Cuma sekali selebihnya aku pake alat,” lanjut Jumali.

“Jadi janji betulan lho dek, dan kita nggak boleh cemburu, satu sama lain..”

“Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yang diomongin” aku langsung protes nglendot di pangkuan Mas Jonathan.

“Tapi Mama setujukann..” lanjut pasangan hidupku.

“Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmm” sengaja kubuat-buat jawabanku aku ingin melihat reaksi Jumali.

“Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak pa-pa kok Mbak” Jumali memelas.

“Habis.. Habis..” jawabku nggak kulanjutkan.

“Habis apa Mbak?” Jumali panasaran.

“Habis.. E n a a k hi.. Hi.. Hi” jawabku sambil cekikikan.

Jumali langsung menubrukku yang masih dipangkuan Mas Jonathan, tanpa sungka lagi diciumnya ibirku diremasnya dadaku kulihat penisnya sudah ngacung. “Eh.. Makan duluu.. Ah aku lapar nih.. Nasi goreng sudah masak tuh di meja” pintaku.

Jumali menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja makan sementara Mas Jonathan mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi.

Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yang berhimpitan satu berbulu yang satu agak licin. Mereka dengan sabar bergantian menyuapi aku. Aku benar-benar bahagia mereka berdua sekarang pasangan hidupku, yang siap memuaskanku.

Selesai makan kusiapkan sikat gigi dan odol buat mereka, aku mendahului membersihkan diriku di kamar mandi sperma yang kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut ku di depan cermin.

Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Kurasakan elusan lembut sebuah tangan dengan bulu-bulu halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarah keselangkangan dan mengelus memekku.

Aku sudah bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Jumali lah yang sedang mengelus belahan memekku, dan Mas Jonathan mengelus batang penisnya, sambil mulutnya menciumi dadaku. Kisah Sex

Sambil berubah posisi dengan setengah duduk di depanku Mas Jonathan siap dengan selangkanganku yang terbuka lebar memperlihatkan memek merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Jumali tidak tinggal diam buah dadaku yang menggantung diremas remas dan diciumi dari belakang.

Jumali merubah posisinya dengan duduk di meja rias dengan penis siap dimuka mulutku. Sekarang aku baru bisa mengukur panjangnya penis Jumali yang ternyata ada dua kepalan tanganku dengan kepala agak meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Jonathan.

Langsung kugenggam dan ku jilati dan kukocok-kocok. Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan Jumali tak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala Mas Jonathan yang sedang mengenyot klitorisku dibawah meja pada saat itulah Jumali menghentak hentakkan pinggul dan menyorong-nyorongkan penisnya dimulutku dan..

“Croot.. Croot.. Croot..”

Sperma Jumali memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih belum apa-apa. Jumali terus turun membopongku ke ranjang dan Mas Jonathan sekarang menindihku semetara Jumali mempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku.

Mas Jonathan sudah terlengkup ditubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batangnya yang sudah melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.

Aku mulai on lagi dan otot-otot memekku mulai berdenyut-denyut tapi tiba-tiba Mas Jonathan menghentikan kocokannya, dan mencabut penisnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tidak ingin selesai sekarang, aku masih berharap Jumali bangkit lagi setelah istirahat.

Aku ingin Jumali memompaku dulu baru Mas Jonathan yang mengakhiri puncaknya. Tapi Mas Jonathan minta aku dan Jumali melakukan 69 dengan posisi Jumali dibawah begitu aku posisi enam sembilan Mas Jonathan menusukku dari belakang dan Jumali ganti yang ngenyot klitorisku.

Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil memekku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yang menyerbu lubang memekku. Denyutan-denyutan mencengkeram makin keras dan ini yang paling disukai Mas Jonathan, kemudian kurasakan Mas Jonathan mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut Jumali tak henti menciumi klitorisku dan lidahnya menerobos kadang masuk ke memekku disela penis Mas Jonathan. Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.

Tanpa menunggu waktu lagi Mas Jonathan mempercepat kocokannya, dan kemaluankupun sudah berdenyut denyut kencang, akan segera akan keluar. Mas Jonathan merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia semprotkan spermanya..

“Crot.. Crot.. Crot” tapi aku belum orgasme.

Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam memekku Pada saat yang sama, aku tak tahan menahan orgasmeku, kugenggam penis Jumali kuat-kuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan menikmati orgasmeku bersama Mas Jonathan mendapat perlakuan begitu Jumali juga orgasme kembali dan menyemburkan maninya ke mulutku untuk yang kedua kali.

Kenikmatan yang luar biasa. Walaupun permainan sudah berakhir tetapi Mas Jonathan tidak mau mencopot kemaluanku dari memekku, aku paham betul dia paling suka menikmati denyutan memekku.

“Pah.. Aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasian Jumali kita tindih”

Malam ini adalah malam pertama aku merasakan penis orang lain selain punya Mas Jonathan apalagi penisnya lebih panjang, sebuah pengalaman yang sangat memuaskanku.

Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yang kualami bersama ke dua pasangan hidupku namun sementara sampai disini dulu, bila ada kesempatan akan aku ceritakan lainnya. Sejak kejadian itu Jumali minta jatahnya padaku setiap ada dekotaku bahkan anak-anaknya sering diajak untuk bersama tinggal dekotaku saat libur agar tidak bolak-balik.

Saat Jumali ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Jonathan dan Jumali kadang kami lakukan treesome kadang hanya berdua saja dengan salah sat dari mereka, dan kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.

Pembaca yang terhormat kalau anda wanita disayangi 2 orang pria percayalah mereka bisa akur sabar tidak ada rasa cemburu dan yang hebat anda akan dimanja seperti diriku.

Nggak percaya cobalah. Pengalaman ini benar-benar nyata kami telah 5 tahun bersama tapi kasih sayang mereka sangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dan kepuasan mereka bagi yang ingin tanya silahkan kirim email pasti dijawab. Mau coba aku punya caranya….

Tamat…

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum,

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

..