Vimax ezgif.com-resize cerita sexbcggv
Breaking News

Tante Evaline

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Sungguh beruntungnya aku bisa menikmati tubuh tante muda yang satu ini. Sebut saja namanya Evalina, perempuan yang aku kenal disebuah mall waktu itu. Evalina bisa dipanggil tante namun masih muda karena usianya juga bekum terlalu tua sekitar 31 tahunan. Hingga sekarang aku dan Evalina masih berhubungan dengan memanfaatkan waktu jika suami Evalina sedang keluar negri, Karena suami Evalina adalah seorang pengusaha kaya raya.

Berawal ketika aku sedang nongkrong disebuah mall besar yang berada di kota Surabaya. Sebelumnya aku merasa sangat suntuk sekali hingga aku putuskan untuk jalan-jalan ke mall untuk menghilangkan suntukku. Namun tak sesuai perkiraanku, siang itu mall terlihat sangat sepi sekali hingga aku duduk disebuah outlet minuman sambil bengong melihat segelincir orang riwa-riwi. Namun tak lama aku bengong, aku melihat dari kejauhan seorang wanita setengah baya sedang jalan menuju ketempatku.

Terlihat tubuhnya sangat ramping, dengan pakaian yang terlihat sangat mahal nmaun juga sangat seksi sekali, karena perempuan setengah baya itu mengunakan rok diatas lutut tinggi banget. Semakin mendekat tubuh perempuan itu semakin terlihat aduhai sekali, sampai-sampai aku menelan ludah melihatnya. Namun dengan sekejap pandanganku aku alihkan karena perempuan itu benar-benar datang menghampiriku, dan.

“Maaf mas, kalau ‘pasar ikan’ adanya dimana ya..?”

Aku berusaha menutupi kekagetanku dan berusaha menjawab sesantai mungkin,

”Ahh.., Mbak ini becanda ya.. disini mana ada yang jual ikan mbak. Adanya ya di pasar besar..”

“Oh, gicu ya Mas ya..” katanya sambil mikir.

Itulah awal pembicaraan kami rupanya dia tadi hanya memancingku aja, sampai akhirnya kenalan dan ngobrol ngalor ngidul ga jelas. Namanya Evalina, umur 31 tahun, rumah di Jl. Taman Wilis 1C Malang, mantan gadis sampul yang bersuami seorang pengusaha. Kebetulan suaminya lagi tugas 1 bulan ke Liverpool Inggris, jadi dia jalan-jalan sendirian. Belum punya anak, karena suaminya menderita impoten.

Setelah ngobrol selama 1 jam sambil makan di cafe. Lalu, aku diajaknya ke rumahnya. Dia mengendarai mobil mewahnya BMW Sport 1 pintu. Setelah sampai di rumahnya yang sangat besar. Padahal aku baru melihatnya dari depan saja. Setelah di-klakFrank sama dia, seorang satpam membuka pintu pagar. Sebelumnya, Mbak Evalina sudah bilang.

“Kalau ada pembantu saya, kamu bilang aja saudara dari suamiku, ya..?”

Sambil berakting layaknya bintang sinetron, Mbak Evalina memperkenalkan aku sebagai saudara suaminya pada pembantunya. Dan lalu menyuruhnya untuk masak-masak buat makan malam.

“Ayo masuk Frank..? Duduk-duduk saja dulu sebentar di dalem.. ya.. Aku mau ganti baju dulu..” katanya setelah pembantunya pergi ke dapur.

“Eee.. mbak.. kamar kecilnya dimana ya..?”tanyaku.

“Ayo deh, Mbak tunjukin..”katanya sambil menggandeng tanganku.

Sampai akhirnya tiba di kamar mandi.

Baca JUga Cerita Sex Lain nya di beritaseks.con

“Tuh kamar mandinya di sana..” katanya sambil menunjuk ke pintu di ujung kamar.

Aku langsung ke sana, dan ketika mau menutup pintu, Mbak Evalina tiba-tiba menahan pintu dari luar kamar mandi sambil berkata dengan genit.

“Jangan lama-lama ya Frank..!” Terus ditutup deh pintunya sama dia.

Pas lagi pipis, mataku tiba-tiba tertuju pada sebuah benda panjang yang berada di balik botol-botol sabun. Ketika kuambil.., ternyata titit plastik yang berwarna hitam..! Lalu.. Karena pintunya tidak kukunci, secara diam-diam Mbak Evalina masuk ke kamar mandi. Karena saat itu aku sedang kaget, tiba-tiba aku dipeluk dari belakang secara lembut. Tangan kiri Mbak Evalina meraih tanganku yang lagi memegang titit tiruan itu, sedangkan tangan kanannya meremas Tititku.

“Ini mainan aku Frank, kalau lagi kesepian..” bisiknya tepat di telingaku.

Aku terdiam seperti patung, keringat mengucur dengan deras sekali..

“Tapi jauh lebih enak kalau pake yang asli Frank..” desahnya.

Aku benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa ketika dia mulai menjilat leher sekitar telinga. Rasanya geli-geli enak dan aku benar-benar tersihir. Sambil terus menjilat dia berusaha membuka celanaku dari belakang.

Kunjungi JUga gelorabirahi.com

“Hhh.., jangan Mbak..!” aku berusaha mengingatinya.

“Tapi.. kenapa Frank..? Hhhmm slurp.. slurp.., nggak suka ya..?” desisnya sambil tetap mencium dan menjilat leherku.

“Hhh.., Franky masih perjaka mbak..!” kataku.

“Ahh.. masak sih.. ayo dong.. ntar Mbak ajarin deh.. nikmat kok Frank.. mau ya Frank..?”katanya

“Tapi mmbakk.. hh..”teriakku.

“Ayo ikut ke kamar Mbak aja ya.. biar lebih enak..” katanya sambil menarik lenganku.

Dia menuntunku keluar kamar mandi sampai di pinggir ranjang, langsung memagut mulutku dengan ganas. Lidahnya meliuk-liuk mencari-cari lidahku, sementara tangannya kembali berusaha membuka celanaku. Aku yang sudah pasrah dan bengong, mendekap tubuhnya yang sexy dan montok. Setelah celanaku melorot, ciumannya beralih ke leher, ke dada, perut, dan akhirnya ke tititku. Dia mengurut tititku pelan-pelan, “Woowww.. enak banget rasanya.. ohh..?” desahku.

“Kamu tetap berdiri, ya Frank.. jangan rebah..!” pintanya sambil tersenyum manis.

Kunjungi JUga beritaseks.com

“Aku mengangguk saja.”

“Titit kamu.. Frank.. enak banget.. hhmm..!”

Tiba-tiba dia langsung menghisap tititku, bahkan mengocok-ngocok di mulutnya.

“Ohh..?” desahku keenakan.

“Hhmm.. slurp.. slurp..! Aahh.. slurp.. slurp..!”

Kunjungi JUga gelorabirahi.com

Kadang-kadang dia sengaja mengguncang-guncang tititku ke kiri ke kanan dengan mulutnya, sementara kedua tangannya mengelus-elus pantat dan bijiku.

“Aahh.. jangan kenceng-kenceng dong, Mbak..!” kataku saat dia menghisap dengan bernafsu.

Dia hanya tersenyum, lalu meneruskan kegiatannya. Hisap.. lepas.. hisap.. lepas.., terus sampai akhirnya dia seperti kelelahan.

“Hmm.., Titit kamu enak banget Frank..” katanya sambil menjilat bibirnya yang penuh lendir.

Kelihatan sekali dari sorot matanya yang liar kalau dia sudah sangat horny.

“Udah lama saya nggak ngisap Titit seenak ini, Frank..”

“Mbak..”panggilku.

“Jangan panggil aku Mbak dong..” desisnya sambil mencium kepala kemaluanku,”Panggil Evalinel.. aahh.. aja ya.. sstt..” desahnya.

Kembali dia menjilat kemaluanku dengan lidah meliuk-liuk seperti lidah ular. Kali ini jilatannya naik ke atas, sambil tangannya membuka T-shirt-ku. Aku juga tidak mau kalah, ikutan membuka baju-nya. Dan ohh.. terlihatlah susunya yang besar itu.. kayaknya 36C. Ternyata dia tidak memakai BH. Jadi sekarang hanya sisa celana dalamnya aja.

“Ayo, hisap dong tetekku Frank..” desahnya.

Aku tidak menunggu lama-lama lagi, langsung kulumat payudara yang bulat itu. Awalnya yang kiri, dan yang kanan kuremas-remas. Evalina mengerang dan menjatuhkan diri ke ranjang.

“Aahh.. sstt, ayyoohh.. sedot yang kuat.. Frank.. hh.., hiissaapp.. putingnya oohh.. oohh..!” desahnya.

Aku dengan semangat menghisap sesuai perintahnya. Sesaat kugigit lembut putingnya.

“Aaahh.. ennakk..! Hhh.. sedot terus.. sstt.. yang.. kuathh.. aahh..!” jeritnya sambil menggelinjang.

Rupanya arus kenikmatan mulai menerpa Evalina. Tangan kananku mulai menjelajah memeknya yang masih tertutup celana dalam. Wah, sudah basah rupanya..! Apalagi saat jari tengahku menyelinap di antara Labia majora, kerasa sekali beceknya. Pinggulnya mulai naik turun, rupanya Evalina sadar ada benda asing yang menggesek kemaluannya. Apalagi saat jariku menyentuh klitorisnya, makin kencang goyangannya. Seakan berusaha agar jariku tetap di klitorisnya, tidak pindah kemana-mana. Terbukti saat tangannya memegang tanganku yang ada di kemaluannya,

”Ya.. Say.. teruss.. oohh.. sstt.. gesek itilku.. oohh..!” erangnya.Cerpen Sex

Sekarang ciumanku sudah pindah ke lehernya yang jenjang dan harum mulus. Memeknya tetap dihibur dengan jariku, sementara tanganku yang lain membelai rambut indahnya.

“Udahh.. Frank.. aku nggak tahan say.. sst..!” kata Evalina.

 

Lalu dia menelentangkan aku dan dia ada di atasku. Dia langsung menempatkan lubang kemaluannya tepat di depan wajahku dan secara perlahan dia buka celana dalamnya dengan membuka ikatan tali di sampingnya. Tercium semerbak wangi memeknya yang benar-benar membuatku terangsang. Tampak tetesan lendir di lubang memeknya.

“Hm.., wangi sekali Evaline. Franky suka baunya..” kataku.

“Kamu suka bau memekku, Frank..?” katanya manja.

“Ya Evaline, dua-duanya say..”

“Kalo gitu, jilatin dong say memekku..!” katanya sambil menurunkan memeknya ke wajahku.

“Ayo jilat, Say..!” desahnya.

Kuhisap-hisap klitorisnya yang menyembul, kujilat memek dan anusnya. Dan semua yang ada di sekitar kemaluannya kujilat dan kuhisap.

“Jilaatt.. ohh.. terruusshh.. Frank.. jillaatt.. itilnyaa.. itilnyaahh.. teerruusshh.. ohh..” desahnya.

Wajahku benar-benar dijadikan gosokan sama dia. Digosoknya terus memeknya di wajahku, kadang berputar-putar. Lalu, Evalina mengubah posisinya jadi di bawah, tapi tetap sambil kujilat memeknya. Dia menggeliat-geliat, gairahsex.com kadang menyentak ke belakang saat klit-nya kuhisap atau kujilat. Kadang mengerang, menjerit, melolong, bahkan kadang kepalaku dijepit dengan kedua pahanya yang putih mulus itu.

cerita hot 2016, cerita hot terbaru, cerita hot, cerita sange 2016, cerita sange terbaru, cerita sange,

“Ahh.. ohh.. oohh.. Evaline mau keluaarr.. Sayyhh.. ohh.. ohh..”desahnya.

Saat dia menjerit-jerit cepat-cepat kuhentikan jilatanku dan cepat-cepat berdiri di samping ranjang.

“Evaline.. kamu nggak pa-pa kan..”kataku bingung.

Tidak lama kemudian Evalina tersadar.

“Ahh..? Lho..? Koq.. Kenapa berhenti sih Frank..?” setengah menjerit, lalu celingukan mencariku.

Setelah melihatku ada di sampingnya sambil bengong, Evalina benar-benar geram.

“Kamu.. bener-bener jahat Frank..!”

Evalina memasukkan 2 jari kirinya ke memeknya.

“Franky.., kamu bener-bener jahat..!” jeritnya.

“Tapi, Evaline kan tadi menjerit.. Franky jadi ketakutan..” kataku.

“Aduh.. kamu kok culun amat sih Frank.. dasar perjaka.. tapi nggak pa-pa deh..”katanya.

Untung diluar masih hujan besar. Jadi jeritannya tertutup dengan suara hujan.

“Sini dong Frank..!” pintanya manja.

Karena aku bengong terus lalu dia dengan meraung seperti macan dia melompat dari ranjang, berusaha menerkamku. Tapi gagal, karena aku berkelit karena ketakutan. Aku berusaha menghindar dari sergapannya yang dipenuhi hawa nafsu.

“Jahat..! Jahat..! Jahat..!” jeritnya sambil berusaha mengejarku.

Kami berdua seperti penjahat dengan korbannya yang lagi main kejar-kejaran.

Karena kelelahan aku berhasil ditangkapnya. Aku langsung duduk di kursi sofanya. Lalu, tanpa basa-basi lagi, Evalina langsung duduk berhadapan di pahaku. Bulu kemaluannya terasa lembut menyentuh pahaku, sedangkan batang kemaluanku merapat di perutnya.

“Mau lari kemana, Frank..? Jahat..!” katanya sambil menggesek-gesekkan puting susunya ke putingku, rasanya nikmat sekali.

“Orang Evaline lagi mau ‘keluar’ koq dikerjain.. hh..? Itu nggak boleh, Say..!” omelnya sambil menatap tajam.

“Ya Evaline.. Franky salah..” kataku.

Lalu kupagut bibirnya yang basah itu. Langsung dibalas dengan ganas. Evalina memelukku dengan erat sambil menggesek naik turun kemaluannya ke Tititku. Kemudian dia menghentikan pagutannya, lalu tersenyum mengejekku.

“Kamu udah bikin Evaline pusing, kamu harus Evaline hukum..” katanya.

“Dihukum apa Evaline..?” kataku penasaran.

“Hukumannya ini Frank..” lalu Evaline meraih Tititku dan langsung dimasukkan ke memeknya, “Ngentotin sampai aku puaass.. oohh..!”

Lalu, Evalina langsung menggenjot Tititku UP-DOWN.

Aduh, benar-benar nikmat nggak tahunya. Begitu ketat mencengkeram Tititku. Sementara itu, di depan wajahku terpampang payudara besar yang terguncang-guncang.

“Ahh.. oohh.., Titit kamu.. enak Frank.. sstt.. ahh.. sst.. ahh..” desahnya sambil naik turun.

Aku tidak dapat menjawab, soalnya lagi asyik melumat teteknya. Tanganku mengelus-elus sekitar pantat semoknya sampai belakang memeknya, biar dia benar-benar puas.

“Ah.. ah.. terus Frank..! Jangan berhenti Say..! Evaline, suka ngentot sama kamu.. hh enak.. ohh.. ahh..!” jeritnya.

Kadang kusentak juga dari bawah, dan Evalina senang sekali kalau sudah begitu.

“Sentak lagi.. oohh.. Aaa..! Iya.. iya.. gitu.. lagi.. lagii.. oohh..!”

Lagi asyik-asyiknya dia menggenjot Tititku, tiba-tiba kuberdiri sambil membopongnya. Lalu aku jalan-jalan keliling kamar sambil tetap dia mengocok Tititku dengan memeknya yang luar biasa. Sebagai ganti sentakan yang dia suka, gairahsex.com aku jalannya kadang seperti orang melompat. Kan jadi sama nyentaknya. Tapi itu tidak dapat lama-lama, karena badannya lumayan berat. Jadi aku balik ke ranjang.

“Kamu di bawah ya, Say..! Evaline suka di atas.. ss..” desisnya manja.

“Ya.., buat Evaline.. apa aja deh..!” kataku.Cerpen Sex

Tanpa banyak buang waktu, Evalina kembali melanjutkan goyangannya. Kadang goyangnya benar-benar maut, sampai menyentak kepalanya ke belakang. Atau kadang sambil meremas payudaranya, seperti di film-film Vivid. Atau dengan merebahkan kepalanya di dadaku. Sambil mengocok, seperti biasa dia suka sekali berkata kotor.

“Hhmm.., ohh.. yess.. ***** me.. ahh.. hhmm.. enak kan, Say..?”

“Enakk.. banget, Evaline..” lenguhku.

“Seneng khaann.. Frank..!”

“Ya, .. sseneng.. ohh..”

“Evaline.. sukka.. Titit kamu.. Frank.. oohh..” desahnya manja.

“Franky juga suka memek Evaline.. ohh..” desahku.

10 menit kemudian, aku merasa seperti akan pipis, karena Tititku sudah berdenyut. Rupanya Evalina juga begitu. Dinding memeknya mulai bergetar dan sudah basah sekali. Genjotannya pun sudah mulai mengganas, seperti saat dia menjerit tadi.

“Oohh.. Frank.. Franky mau.. pipis..”

“Evaline.. juga Frank.. mau keluar.. tahan yah.. Frank, kita barengan ya.. Frank..!” desahnya.

Lalu, Evalina sudah semakin tegang, makin erat memelukku.

“Auh.. I’m comin’ Say.. ohh.. ahh.. ahh..!” jeritnya, makin lama makin keras.

“Teruss.., Frank.. teruss.. aku.. ohh.. ahh.. Evaline keluarr..”

Dia menjerit dan menghentak-hentak dengan ganasnya. Saat itu, otot memeknya betul-betul tegang dan memerah batang Tititku. Dia menyemprotkan banyak sekali cairan, Lalu.

“Evaline.. Frank mau pipis juga.. ohh..!”

“Pipiskan aja di dalam Frank.. jangan dilepass.. Say.. aa..!”

“Croooot.. croooot.. crooooot..!” cairankuku muncrat di dalam memeknya.

Aku tidak dapat berkata apa-apa lagi, hanya bisa menerawang ke langit-langit. Menikmati orgasme. Masih ada beberapa hentakan lagi, sebelum akhirnya Evalina terkulai lemas di dadaku. Rambutnya yang indah itu menghampar bebas, langsung kubelai.

“Frank.., makasih ya.., kamu telah memberi saluran yang selama ini belum pernah Evaline rasakan” katanya sambil mencium bibirku dengan lembut.

“Terus gimana Evaline.. tentang rencana selanjutnya..?”tanyaku.

“Entar aja deh, biar Evaline pikir-pikir dulu, Frank”katanya.

“Bila Evaline benar-benar mau cerai ama Fadli. Franky mau jadi gantinya..”kataku.

“Ahh.. yang bener Frank.. emang kamu masih mau ama aku.. cewek yang udah tua ini..?”katanya.

“Franky cinta ama Evaline sejak pertama kita ketemu. Franky nggak memperdulikan usia Evaline berapa yang penting Franky cinta ama Evaline..”kataku sambil mengecup bibirnya.

“Ohh.. Frank kau sungguh lelaki jantan dan bertanggung-jawab. Sebetulnya Evaline juga suka ama kamu tapi khan aku sadar kalau usiaku udah diatas kamu. Tapi, kenyataannya kamu suka ama Evaline. Jadi, Evaline setuju aja.. tapi Franky sabar dulu ya.. Biar Evaline selesaikan urusan dengan suami Evaline.. ya manis..”katanya sambil mengecup bibirku lagi.

“Ya Evaline, Franky akan tunggu..?”tanyaku.

“Nah gitu dong.. oh ya say.. Franky harus datang kesini dan harus memuaskan Evaline setiap waktu.. ya sayang..”katanya.

“Ya say..”jawabku. Lalu, kita berciuman dan akhirnya tertidur pulas.

cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa, cerita mesum 2016, cerita mesum terbaru, cerita mesum.

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

..