Vimax ezgif.com-resize Cerita Dewasa
Cerita Dewasa Terbaru
Breaking News
Cerita Sex

Cerita Bokep Surprise

Vimax ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Cerita Bokep, Cerita BOkep Terbaru, cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru 2016, cerita bokep juli 2016, Siang itu aku agak cepat pulang kuliah, bukan karena malas ikut kuliah yang masih ada, tetapi karena kakiku sakit (mungkin terkilir) dan ada bagian yang membiru sedikit. lagi-lagi karena main sepak bola yang kurang hati-hati, dengan teman sekampus tadi pagi. Dengan naik motor, aku ingin secepatnya pulang dan memberi obat (minyak urut), terus istirahat di rumah.

Cerita BokepCerita Bokep, Cerita BOkep Terbaru, cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru 2016, cerita bokep juli 2016,Cerita Bokep Terbaru

15 menit kemudian aku sudah tiba di rumah, dan agak sepi kalau jam segini, karena semua pada kerja dan kuliah atau sekolah. Hanya ada pembantu, yang usianya sekitar 35 tahun, biasa dipanggil Mbak Douna. Tapi jangan kaget lho.., badannya terawat dan masih kencang, walaupun kulitnya agak hitam (hitam manislah menurutku). Agak kaget juga aku, setelah dibukakan pintu, kulihat dia mengenakan baju kaos yang agak ketat dan rok putih yang selutut. Tetapi tonjolan di dadanya itu, membuat darahku berdesir cepat.

Cerita BOkep Lainnya Di Gelorabirahi.com

“Kok pulangnya cepat, Mas..?” katanya menyapa.

Aku memang dipanggil Mas olehnya, singkatan dari Dimas.

“Iya Mbak, kakiku agak sakit, tadi jatuh waktu main sepak bola..” kataku membalas.

Spontan matanya melirik ke kakiku dan berkata, “Coba Mbak lihat, dia pun menarik celana panjangku agak ke atas,

“Sakit nggak..?” tambahnya sambil agak menekan bagian yang membiru dan mulai berjangkok.

“Lumayan juga sih..” kataku ssdikit memelas sambil melirik bagian betisnya yang mulus.

Setelah aku berganti pakaian menjadi celana pendek, dia membalur kakiku dengan minyak urut. Saat itu dia duduk di depanku dan kulihat pahanya karena roknya tersingkap. Karena posisiku yang yang duduk dan kaki agak ditekuk, dia tidak tahu bahwa kejantananku sudah mulai bangkit. Dia pun mengurut-ngurut dan memijit bagian kakiku yang sakit. Mataku juga tidak lepas dari dadanya yang menonjol sebesar mangga.

Dengan perlahan, kuberanikan memegang pahanya di bagian yang tersingkap. Dia agak kaget dan berkata, “Mas, kamu mulai nakal, ya..?” ucapnya sambil melirikku.

“Nggak pa-pa kan..? Cuma dikit kok..!” balasku seadanya.

Lama kelamaan tanganku mulai bergerak lebih ke atas dan sampai di pangkal pahanya.

“Jangan nakal lho, ntar ada yang lihat..!” katanya mencoba memindahkan tanganku dari pahanya.

“Nggak ada orang kok Mbak, cuma kita berdua kok..!” ucapku terus membujuknya.

Dia masih mengurut kakiku dan kucoba untuk menampakkan celana dalamku lewat celah celana pendekku.

Dengan keberanian yang menggebu, aku berkata, “Boleh kulihat yang di balik roknya Mbak..?” kataku menggoda lagi.

“Jangan Mas, Mbak malu..” katanya sedikit ragu.

“Ayo dong Mbak, sekali aja..!” ucapku sedikit membujuk.

Mula-mula dia ragu, dan akhirnya dia berbicara, “Jangan bilang siapapun ya..?” katanya sambil mengedipkan mata.

Kujawab, “Aku janji deh, ini menjadi rahasia kita aja..”

Perlahan dilepaskannya roknya, dan wow.., terlihatlah pahanya yang mulus dengan celana dalam merah muda. Agak lama kupandangi, karena itu benar-benar pemandangan yang indah, dan kejantananku mulai membengkak di celanaku. Perlahan kupegang celana dalamnya, dan kudekatkan wajahku ke arah celana dalamnya. Wow.., baunya wangi sekali, mungkin dia baru mandi tadi.

“Sudah cukup kan..?” katanya sambil menjauhkan wajahku dari pahanya dan mencoba memakai roknya lagi.

Tetapi hal itu dengan cepat kucegah,

“Ntar dulu Mbak, saya pingin lihat di balik celana itu, boleh ya..?” kataku membujuk.

“Yee.., sudah dikasih hati malah minta jantung..!” ucapnya sedikit menyindirku.

“Mbak tau nggak, jantungku debar-debar nih.., dan aku terangsang..” kataku mencoba menyatakan bahwa aku benar-benar terangsang. Sambil bercanda dia menjawab,

“Masak gitu aja terangsang, Mbak nggak percaya, kamu pasti cuma iseng, mau mempermainkan Mbak, ya..?” katanya membalas ucapanku.

“Kalau nggak percaya, coba lihat nih..!” kataku sambil menurunkan celana pendekku. Dia agak kaget karena celana dalamku seperti penuh dan menonjol besar di bagian kemaluanku.

“Bener juga, kamu nggak boong.., kamu terangsang ya..?” katanya melirikku nakal sambil tersemyum.

Agak lama dia melihatnya, kemudian mengelus dan mengusap-usap, dan mendekatkan wajahnya ke dekat celana dalamku.

“Sekarang kita sama-sama buka, gimana Mbak..?” kataku memberi tawaran gila (he-he-he).

Mungkin karena sudah terangsang dan sangat ingin melihat kemaluanku, akhirnya dia mengangguk. Perlahan dia menurunkan celanaku, dan tampaklah kejantananku berdiri tegak dan siaga.

Cerita Bokep 2016Cerita Bokep, Cerita BOkep Terbaru, cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru 2016, cerita bokep juli 2016,Cerita Bokep Juli 2016

“Wow.., hmm.., punyamu lebih besar dari yang Mbak bayangkan, tapi Mbak suka yang besar seperti ini.” katanya sambil mengelus, menyentuh kepala kemaluanku dengan jarinya dan kemudian mengocoknya.

“Aahh.., owhh.., owhh..” aku mengerang nikmat, sementara dia terus mengocok sampai kemaluanku terlihat memanjang maksimal.

Kunjungi Juga beritaseks.com

Mungkin dia sudah tidak tahan, dia mulai mengulum dan meghisap kemaluanku.

“Owhh.., owhh.., ah.. ah.., nikmat sekali..!” aku mendesis kenikmatan, sementara tanganku sudah membuka celana dalamnya.

Dan wow.., benar-benar pemandangan yang indah, bulu-bulu halus di sekitar kemaluannya yang kemerahan sangat merangsang birahiku. Jariku menyentuh dan menggesek bibir kemaluannya.

“Oh.., ahh.., ahh.., terus Mas, gesekin terus..! Ahh.., ahh..!” suaranya mendesah-desah.

Kudekatkan wajahku ke kemaluannya, menciuminya dan menjilatnya. Celahnya mulai agak basah, mungkin dia sudah terangsang hebat, sementara kemaluanku terus dikulumnya, bahkan sekarang lebih dahsyat sampai ke pangkalnya. Aku merasakan hangat mulutnya, dan kemaluanku seperti panas sekali dan mau mengeluarkan sesuatu. Tanpa dapat kutahan, spermaku muncrat di mulutnya untuk pertama kali.

“Ohh.., ahh.., kamu udah keluar Mas.., ahh.., enakk.., gurih..!” katanya sambil menjilat sperma yang keluar dari mulutnya, sementara lidahku terus bergerilia di celah kemaluannya, bahkan lidahku berusaha masuk lebih ke dalam dan terus menyeruak di seluruh dinding kemaluannya.

“Owhh.., ahh.., ahh.., lebih dalam, Mas..!” pintanya sambil mendesis-desis.

Aku mendengar dia mendesis dan menyerocos tidak karuan, dan mulai mengocok kemaluanku lagi sehingga membesar kembali. Hanya dalam hitungan menit, punyaku sudah membesar lagi dan mencapai ukuran yang maksimal.

“Sekarang saya masukin ke kemaluan Mbak aja, oke..?” kataku sudah tidak sabaran.

“Ehe.., ya Mas, Mbak juga sudah nggak tahan nich..!” katanya sambil membuka kedua pahanya lebar-lebar, sehingga kemaluannya tampak membelah dan merekah.

“Oouh.. ss.., darahku berdesir semakin cepat melihat kemaluan yang merekah seperti itu.

Sambil memegang kemaluanku yang tegang, kuarahkan ke lubang tersebut. Sesaat kepala kemaluanku kugesekkan ke bibir kemaluannya, kemudian dengan sedikit ditekan, dan,

“Bless..!” masuk seluruhnya ke dalam liang kemaluannya.

“Ouh.., och.., ahh.., terus Mas, lebih dalam..! Ahh.., ahh..!” desisnya mengikuti gerakan masuknya batang kejantananku.

Aku pun semakin bersemangat menggenjotnya dan memaju-mundurkan kemaluanku di dalam kemaluannya. Sementara tanganku tidak lepas memegangi puting payudaranya yang mengencang.

“Terus, terus Mas, enak.., nikmatt.., ah.., ah..!” ucapannya sudah terdengar tidak karuan.

Sekitar 10 menit dengan posisi tersebut, aku mengeluarkan kemaluanku yang masih menegang.

“Mbak, sekarang kita rubah posisi ya..? Pasti lebih nikmat..!” kataku ingin mencoba gaya lain.

“Posisinya gimana Mas..?” dia bertanya balik.

“Mbak menungging saja, kakinya diangkat sebelah dan letakkan di meja, dan Mbak membelakangi saya..!” saranku memberi penjelasan, dia menurut saja.

Aku tertawa dalam hati (soalnya ini seperti anjing pipis, he-he-he). Dia sudah mengambil posisi seperti itu dan aku dapat melihat celah kemaluannya mengintip dari belakang. Dengan memegang kemaluanku yang tegang, kuarahkan ke celah itu. Dengan sedikit tekanan, kepala kemaluanku masuk, dan masuknya terasa lebih sempit dari yang tadi. Sengaja tidak kumasukkan seluruhnya dan kutanya kepadanya, “Gimana..? Lebih enak kan..?” kataku.

“Ehe.., ahh.., lebih enak dari yang tadi, ahh.., oh.., enak.., ahh..!” suaranya mendesah lagi.

“Ini belum seluruhnya lo Mbak, baru sebagian..!” aku mencoba menggodanya lagi.

“Masukin semua dong, Mas..! Biar terasa lebih enak lagi..!” pintanya.

Dengan menekan lebih kuat, maka kemaluanku masuk seluruhnya. Dan oh.., betapa nikmatnya, serasa berada di awang-awang.

“Ah.., oh.., aah.., nikmat sekali, tekan lebih kuat Mas.., lebih dalam, ahh, ahh..!”

Sesekali dia menggoyang pinggulnya, dan ohh.., benar-benar luar biasa goyangan pinggulnya, punyaku seperti ditarik dan diurut-urut di dalam kemaluannya.

“Oh.., ah.., aku tak ingin berhenti capat-cepat, goyangin terus Mbak..!” kataku.

Sekitar 10 menit aku memaju-mundurkan kemaluanku ke kemaluannya, rasanya aku sudah berada di puncak dan mau memuntahkan lahar.

“Mbak, aku sudah mau keluar nich..!” kataku.

Dia membalas, “Aku juga mau keluar nich. Kita keluar sama-sama ya..?” pintanya.

Dengan menggenjot lebih kuat agar cepat sampai ke puncak kenikmatan, maka kumulai menekan lagi lebih cepat. Dan akhirnya,

“Owh.., ah.., ah..” dengan erangan panjang, aku memuntahkan spermakau di kemaluannya.

Bersamaan dengan itu Mbak juga mengerang panjang,

“Ouh.., owh.., ah.., ah.., nikmat.. ah..”

Sementara di kemaluannya aku merasakan punyaku disemburi cairan kemaluannya, terasa begitu hangat.

Perlahan kutarik punyaku keluar, terlihat sudah mulai mengecil. Kami tergolek di tempat tidur dan saling berpandangan.

“Mbak.., nggak menyesal kan..?” tanyaku.

“Ah.. nggak, kamu bandel dan bisa memuaskan Mbak.” dia membalasku.

“Tapi saya khawatir Mbak, soalnya tadi keluar di dalam.” tanyaku sedikit khawatir.

“Nggak pa-pa, Mbak tidak dalam masa subur kok, Mbak tidak akan hamil..!” jelasnya.

Wajahku sedikit lega setelah mendengar perkataanya.

Dengan sedikit menggoda aku berkata, “Aku suka melihat wanita menggunakan celana dalam putih atau merah muda (karena dia memang banyak punya celana dalam putih dan merah muda).”

“Idih..! Kamu suka mengintip Mbak ya..?” dia bertanya balik.

“Kadanga-kadang aja, pas Mbak lagi tidur atau mandi..” kataku menggoda nakal.

“Kamu nakal sekali..!” katanya sambil mencoba mencubitku.

“Tapi Mbak suka kan..?” godaku lagi.

Dia hanya tersenyum tersipu-sipu.

Setelah kejadian itu, aku merasa ketagihan dengan Mbak Douna. Aku tidak tahu apakah dia ketagihan juga. Sering kali di waktu malam aku menyelinap ke kamarnya yang sengaja tidakdikuncinya, lalu kami pun bergumul di situ sampai kelelahan dan aku pun sering tertidur di situ. Tapi sebelum subuh aku sudah balik ke kamarku, maksudnya biar tidak ketahuan, he.. he..he..

TAMAT

Cerita Bokep, Cerita BOkep Terbaru, cerita Bokep 2016, Cerita Bokep Terbaru 2016, cerita bokep juli 2016,

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

..